Disiksa Tanpa Ampun, Begini Nasib Laptop Asus

Uji Ketahanan Laptop Asus

Asus juga melakukan weight pressure test. Laptop diberi tekanan besar pada bodi utama dan layar untuk mensimulasikan kondisi saat perangkat tertindih barang berat di dalam tas. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Laptop Asus Dijatuhkan, Ditekan & Dibekukan, Masih Tahan?

Laptop diberi tekanan menggunakan beban hingga 100 kg Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Dalam pengujian internal tertentu, tekanan bahkan dapat ditingkatkan hingga 100 kg. Simulasi ini menggambarkan kondisi saat laptop tertindih barang berat di dalam tas atau rak penyimpanan selama perjalanan. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Salah satu pengujian paling ekstrem adalah uji jatuh atau shock test. Dalam simulasi ini, laptop dijatuhkan berulang kali dari ketinggian tertentu untuk memastikan perangkat tetap menyala dan berfungsi normal setelah benturan. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Selain uji benturan dan tekanan, laptop Asus juga diuji dalam suhu ekstrem. Pengujian suhu tinggi dilakukan untuk mensimulasikan beban kerja berat seperti gaming atau rendering dalam waktu lama. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Sebaliknya, uji suhu rendah dilakukan menggunakan media pendingin khusus untuk memastikan layar dan sistem tetap dapat menyala dalam kondisi dingin ekstrem. Pada sejumlah model, penggunaan panel OLED disebut lebih stabil terhadap perubahan suhu drastis. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Kondisi laptop Asus di ruangan bersuhu 44 derajat Celcius masih beroperasi normal.Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Vibration test juga dilakukan untuk memastikan komponen tetap stabil saat terkena getaran konstan, misalnya saat digunakan di kendaraan atau selama perjalanan jarak jauh. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Uji Ketahanan Laptop Asus

Asus turut menguji ketahanan terhadap tumpahan cairan. Keyboard dirancang dengan sistem drainase yang memungkinkan cairan mengalir keluar sebelum merusak komponen internal. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET

Asus juga melakukan weight pressure test. Laptop diberi tekanan besar pada bodi utama dan layar untuk mensimulasikan kondisi saat perangkat tertindih barang berat di dalam tas. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Laptop diberi tekanan menggunakan beban hingga 100 kg Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Dalam pengujian internal tertentu, tekanan bahkan dapat ditingkatkan hingga 100 kg. Simulasi ini menggambarkan kondisi saat laptop tertindih barang berat di dalam tas atau rak penyimpanan selama perjalanan. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Salah satu pengujian paling ekstrem adalah uji jatuh atau shock test. Dalam simulasi ini, laptop dijatuhkan berulang kali dari ketinggian tertentu untuk memastikan perangkat tetap menyala dan berfungsi normal setelah benturan. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Selain uji benturan dan tekanan, laptop Asus juga diuji dalam suhu ekstrem. Pengujian suhu tinggi dilakukan untuk mensimulasikan beban kerja berat seperti gaming atau rendering dalam waktu lama. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Sebaliknya, uji suhu rendah dilakukan menggunakan media pendingin khusus untuk memastikan layar dan sistem tetap dapat menyala dalam kondisi dingin ekstrem. Pada sejumlah model, penggunaan panel OLED disebut lebih stabil terhadap perubahan suhu drastis. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Kondisi laptop Asus di ruangan bersuhu 44 derajat Celcius masih beroperasi normal.Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Vibration test juga dilakukan untuk memastikan komponen tetap stabil saat terkena getaran konstan, misalnya saat digunakan di kendaraan atau selama perjalanan jarak jauh. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Asus turut menguji ketahanan terhadap tumpahan cairan. Keyboard dirancang dengan sistem drainase yang memungkinkan cairan mengalir keluar sebelum merusak komponen internal. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET