Ini Sosok Bos Mafia PayPal yang Ingin Hidup Abadi
Para pendiri dan pegawai PayPal mendirikan beberapa perusahaan teknologi terkenal, dari Tesla, SpaceX, LinkedIn, YouTube, Palantir Technologies, Kiva, Yelp sampai Yammer didirikan berkat campur tangan alumni PayPal. Saking besar pengaruhnya di jagat teknologi, majalah Fortune menjuluki mereka PayPal Mafia atau mafia PayPal. Bos tak resmi mereka adalah Peter Thiel. Foto: Getty Images
Peter Thiel adalah penggagas cikal bakal PayPal yang dulunya bernama Confinity. Usai mendapat bagian uang dari penjualan PayPal ke eBay di tahun 2002, dia berinvestasi ke Facebook yang saat itu masih perusahaan kecil. Di kemudian hari, sahamnya itu membuatnya kaya raya karena Facebook menjelma menjadi media sosial terbesar di dunia. Foto: Getty Images
Peter Thiel juga adalah pendiri Palantir Technologies, perusahaan software analitik big data. Berkat kepandaian dan investasi yang jitu, Thiel saat ini adalah salah satu manusia terkaya dunia dengan harta USD 5 miliar menurut Forbes. Foto: Getty Images
Peter Thiel saat ini berusia 54 tahun. Ia lahir di Frankfurt, Jerman, kemudian keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Thiel sejak kecil sudah cerdas dan pandai matematika. Dia kuliah filsafat di Stanford University. Foto: Getty Images
Tidak seperti umumnya pentolan teknologi, Peter Thiel adalah anggota Partai Republik. Dia adalah pendukung Donald Trump dan pada 2016, memberikan donasi USD 1,25 juta pada kampanye Trump menjadi presiden AS. Setelah Trump jadi presiden, Thiel masuk tim transisi presiden. Foto: Getty Images
Peran Thiel di masa awal Facebook sangat krusial, di mana dia memberikan pendanaan USD 500 ribu bagi Facebook di 2004 dan mendapat 10.2% saham. Dia kemudian menjadi anggota komisaris Facebook. Foto: Getty Images
Ini salah satu bukti Thiel sangat dekat dengan Donald Trump. Thiel ini termasuk nyentrik di mana dia ingin panjang umur. Thiel disebut mengontak Ambrosia, perusahaan yang melakukan uji coba klinis untuk mencari tahu apakah transfusi darah dapat menghentikan proses penuaan. Ambrosia mematok biaya USD 8.000 untuk siapa saja yang ingin mengikutinya. Dalam uji coba ini, orang sehat yang berusia lebih dari 35 tahun menerima transfusi darah dari orang sehat berusia di bawah 25 tahun. Foto: Getty Images
Dalam wawancaranya dengan Bloomberg TV di tahun 2014, Thiel juga mengatakan bahwa ia mengonsumsi pil hormon pertumbuhan manusia untuk memperpanjang usia hidupnya hingga 120 tahun. "Itu membantu menjaga massa otot, sehingga kemungkinan anda untuk menderita cedera tulang dan arthritis menjadi lebih kecil," jelasnya. Foto: Getty Images
Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, Thiel memiliki alternatif terakhir. Ia telah mendaftar di perusahaan cryogenic, Alcor untuk membekukan badannya di nitrogen cair saat ia mati. Dengan membayar USD 200.000 (Rp 2,8 miliar), badan Thiel akan dibekukan dengan harapan akan dapat dihidupkan lagi di masa depan. Foto: Getty Images
Bersama kolega perempuannya. Thiel diketahui adalah seorang gay. Thiel pernah mengatakan bahwa ada tiga hal yang dapat kita lakukan ketika mendekati kematian. "Kalian dapat menerimanya, kalian dapat menolaknya, atau kalian bisa melawannya," ujarnya. Foto: Getty Images