PT Agete Internasional merupakan game developer asal Indonesia yang tidak pelu diragukan lagi kualitas. Bersama dengan pengembang lainnya, mereka siap menampilkan Code Atma di Tokyo Game Show 2021. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Didirikan pada tahun 2003, LYTO menjadi salah satu pionir publisher game online di Asia Tenggara. Mereka siap tampil dengan game Angel Squad. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
PT Megaxus Infotech menjadi perusahaan game disegani sejak dibangun pada tahun 2016. Hingga saat ini telah menerbitkan 11 game online PC dan 11 game mobile. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
4Happy Studio adalah pengembang game berbasis di Batam, Indonesia. Pada gelaran Tokyo Game Show 2021, mereka siap unjuk gigi melalui game Who Is He. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
GameChanger Studio sendiri, telah menggarap lebih dari 30 game PC maupun Mobile. Akan tetapi, memang awal bergerak, mereka fokus pada pengembangan game seluler. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Algorock akan membawa game mereka berjudul Grammarian LTD dan Start Up Panic. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Big Fire Studio, pengembang asal Bali, di mana tidak hanya membuat game. Akan tetapi, menyediakan Concept Art, Character Design, UI & UX Design, Storyboard, 3D Modelling and Visualization dan lainnya. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Extra Life Entertainment pun menyediakan pelayanan untuk game assets, animation dan bahkan pengembangan game secara penuh. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Gambir Studio ialah perusahaan game asal Indonesia yang berdiri sejak Agustus 2016. Mereka telah meluncurkan 12 judul di Google Play Store dan App Store. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Ayo Kreasi (IOTA) memiliki visi, sebagai perusahaan industri kreatif berskala global, yang berorientasi pada teknologi. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Joyseed Gametribe merupakan anak perusahaan iCandy Interactive Limited, di mana mereka telah mengembangka game mobile cukup populer Rocky Rampage. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
PT Melon Indonesia berada di bawah naungan Telkom Indonesia, yang tidak hanya fokus pada game saja. Namun juga bisnis OTT dan musik. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Satriver Studio lahir pada tahun 2014. Fokus utama mereka adalah pengembangan game dan animasi. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Seraph Game Studio adalah developer indie asalh Indonesia, yang siap merilis game terbaru Tales of Phi dan Bricks Pixel. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Vertwo berperan sebagai pengembang game sekaligus pembuatan komik. Mereka telah menciptakan webtoon populer, Solo Leveling dan sedang memproduksi karya terbaru, Max Level Returner. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Wisageni Studio saat ini tengah membuat game simulasi kehidupan. Dengan narasi berat penuh cinta berjudul Project Kiss. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Xelo Games ikut berpartisipasi pada gelaran Tokyo Game Show 2021, dengan mempersembahkan game baru mereka, Escape From Naraka. Foto: (Xelo Games).
Engram Interactive saat ini sedang mengembangkan game Fractured Core genre RPG cyberpunk, di mana berlatar tahun 2105. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).
Rainman Studios memiliki tujuan besar, dengan menciptakan game yang takterlupakan bagi pemain. Foto: (dok Asosiasi game Indonesia).