Ular Berkaki, Dari Mitos Sampai Fakta Ilmiah

Ular Berkaki, Dari Mitos Sampai Fakta Ilmiah

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 05 Okt 2019 12:30 WIB

Jakarta - Kehebohan 'ular berkaki' di Riau menunjukan kalau kita perlu belajar lagi Biologi. Biar tahu, mana mitos dan mata fakta ilmiahnya.

Cerita 'ular berkaki' ini diawali kehebohannya dengan video Youtube dari Kantor Penanggulangan Bencana Daerah, Indragiri Hulu saat tim mereka memadamkan kebakaran hutan (dok KPBD Indragiri Hulu)

Ular 'berkaki' pertama ditemukan pada Rabu, 18 September 2019 malam sekitar pukul 21.30 WIB di lahan gambut yang terbakar di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. (dok KPBD Indragiri Hulu)

Petugas sedang meraih selang air di kegelapan, malah memegang bangkai ular dengan ciri-ciri fisik yang aneh (dok KPBD Indragiri Hulu)

Tampak ada bagian seperti kaki ayam di kanan dan kiri tubuh bangkai ular. Warga setempat mengaitkannya dengan mitos Ular Jengger (dok KPBD Indragiri Hulu)

Bangkai ini kemudian jadi mainan warga. Bagian yang mirip 'kaki' diambil warga, petugas KPBD pun menguburkan bangkainya (dok KPBD Indragiri Hulu)

Para pakar ular baik dari LIPI, Yayasan Sioux Ular Indonesia dan Panji Petualang sudah melihat video ini. Mereka yakin ini penis ular atau hemipenes (dok KPBD Indragiri Hulu)

Fakta ilmiah bentuk 'kaki ular' itu dibandingkan dengan foto penis ular jantan atau hemipenes dari ular famili Trimeresurus sp. (Ular punai) Sumatera. Sama bukan? (Research Gate)

Ular berkaki kembali ditemukan di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat. Ular ditemukan pada tanggal 25 September 2019, namun kali ini kejadiannya siang hari. (KPBD Indragiri Hulu)

Lokasinya 100 meter dari lokasi ular yang pertama. Diyakini ini jenis ular yang sama (KPBD Indragiri Hulu)

Warga lokal di Riau begitu yakin dengan keberadaan ular berkaki. Orang lokal menyebutnya Ular Jengger (KPBD Indragiri Hulu)

Fakta ilmiah gambar penis ular jantan atau hemipenes dari ular famili Trimeresurus sp. (Ular punai) yang habitatnya di hutan Sumatera. Rupanya ada kemiripan bentuk. (Research Gate)

Mitologi ular berkaki dan berjengger ayam menyebar dari Indonesia, Afrika dan Eropa. Di Eropa ada hewan mitologi Basilisk, ular berkaki dan berkepala ayam. Ular ini dipakai dalam novel Harry Pottter (iStock)

Bisa jadi mitos ular Jengger ini sebenarnya Sumatran tree viper (Trimeresurus sumatranus) alias Ular Punai Sumatera. Warnanya hijau terang, tapi buntutnya merah mencolok. Kalau bergulung dan buntut merahnya dekat di kepala yang hijau, dari kejauhan disangka jenggernya. (iStock)

Fakta ilmiahnya, di dunia ini memang ada sebutan 'ular berkaki'. Namun ini adalah kadal-ular kecil, nama latinnya Lygosoma quadrupes. Menurut The Reptile Database, kadal-ular kecil habitatnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia (Wikipedia)

Ukuran tubuhnya 5-16 cm, kakinya sangat pendek, tubuhnya sangat panjang. Kalau bergerak meliuk-liuk sehingga dikira ular. Kadal ini tidak berbahaya (Screenshot Instagram)

(/)