Ada Pembangkit Listrik Nuklir di Kapal Ini - Foto 2

FotoINET

Ada Pembangkit Listrik Nuklir di Kapal Ini

Reuters - detikInet
Selasa, 27 Agu 2019 19:05 WIB

Jakarta - Mungkin ini adalah kapal pertama di dunia yang "menggendong" pembangkit listrik tenaga nuklir, sampai-sampai ada yang menjulukinya "Chernobyl Apung".

Akademik Lomonosov, begitulah namanya. Ini saat upacara peluncurannya ke lautan. Foto: Reuters

Saat ini, ia telah berlayar dari pelabuhan Murmansk di Arktik menuju wilayah Chukotka sejauh 5.000 kilometer. Foto: Reuters

Lembaga nuklir Rusia, Rosenergoatom, menyatakan kapal tersebut bakal menyediakan tenaga listrik di area terpencil. Salah satu tujuannya untuk mendayai penambangan Chaun Bilibin di Chukotka. Foto: Reuters

Akademik Lomonosov akan pula mensuplai listrik di pertambangan minyak tengah laut milik Rusia. Ide lainnya adalah menjadikannya semacam pabrik penyulingan air untuk menyediakan minuman di lokasi terpencil. Foto: Reuters

Salah satu penampakan bagian dalamnya. Foto: Reuters

Ruang istirahat untuk para kru. Terlihat ada foto presiden Rusia, Vladimir Putin. Foto: Reuters

Ruang operasional kapal. Dalam kondisi cuaca bagus, ia dapat berlayar antara 7 sampai 9 kilometer per jam. Foto: Reuters

Para kru memasukkan perbekalan yang dibutuhkan selama masa pelayaran yang panjang. Foto: Reuters

Losomonov dibuat di St Petersburg. Reaktor nuklirnya diklaim tahan walaupun diterjang tsunami. Foto: Reuters

Fasilitas nuklir itu dikatakan cukup untuk meyuplai listrik sebuah kota dengan 100 ribu penduduk. Foto: Reuters

Untuk mengoperasikannya, ada sekitar 70 kru yang dibawa. Foto: Reuters

Panjangnya 140 meter dan lebarnya 30 meter serta dirancang beroperasi sampai 40 tahun. Foto: Reuters

Kritik berdatangan antara lain dari Greenpeace, karena dua rektor nuklir di kapal itu dianggap berisiko tinggi, apalagi ia berlayar di wilayah Arktik dikenal terpencil dan masih alami. Foto: Reuters

Kelompok pecinta lingkungan itu bahkan menyebutnya sebagai "Chernobyl Apung" (Floating Chernobyl) atau "Chernobyl di atas es" (Chernobyl on Ice), merujuk pada tragei rektor nuklir di Chernobyl. Foto: Reuters

Penampakan geladak kapal. Foto: Reuters

(/)