Sosok Pendiri Uber yang Kaya Raya dan Kontroversial - Foto 2

FotoINET

Sosok Pendiri Uber yang Kaya Raya dan Kontroversial

Istimewa - detikInet
Senin, 13 Mei 2019 18:07 WIB

Jakarta - Kalanick sukses membesarkan Uber yang ia dirikan bersama rekannya, Garret Camp pada Maret 2009 atau 10 tahun yang lampau.

Travis Kalanick kala mendatangi bursa saham New York Stock Exchange menjelang Initial Public Offering atau IPO perusahaan yang dibesarkannya, Uber. Foto: Getty Images

Uber ia dirikan bersama rekannya, Garret Camp pada Maret 2009 atau 10 tahun yang lampau. Semua berawal pada tahun 2008, saat Kalanick dan Camp menghadiri konferensi teknologi LeWeb di Paris untuk mencari ide. Salah satunya adalah aplikasi penyewaan mobil. Foto: Getty Images

Sekembalinya ke San Francisco, Kalanick sudah agak melupakan ide penyewaan mobil itu, tapi tidak dengan Camp. Ia terobsesi dengan ide itu, kemudian membeli nama domain UberCab.com. Camp berhasil meyakinkan Kalanick kalau mereka akan berhasil. Dan begitulah, Uber akhirnya meraksasa. Foto: Bizjournals

Kalanick dikenal sebagai sosok blak-blakan. Ia pernah menyerang industri taksi. Travis pernah menilai industri taksi terlalu proteksionis. Protes yang menimpa Uber menurutnya bukan disebabkan sopir taksi melainkan perusahaannya."Perusahaan taksi memilih tidak berkompetisi sama sekali dan suka begitu begitu saja," jelasnya. Foto: Getty Images

“Kami ingin menuju poin di mana menggunakan Uber itu akan lebih murah dibandingkan memiliki sebuah mobil. Menjadi tansportasi yang dapat diandalkan seperti air mengalir,” sebut dia suatu ketika. Foto: GettyImages

Bersama kekasihnya. Sayang pada tahun 2017, Kalanick mengundurkan diri dari jabatan CEO Uber. Kalanick diketahui mundur karena tekanan dari investor Uber. "Saya menerima permintaan para investor untuk mundur, sehingga Uber bisa terus maju, ketimbang terganggu oleh perselisihan lain," ujarnya. Penggantinya adalah Dara Khosrowshahi. Foto: Istimewa

Pria yang selalu parlente ini masih menempati jabatan di direksi Uber. Sikapnya yang kadang kurang menyenangkan kala itu terekspos ke publik. Seperti pernah menulis panduan hubungan seks para karyawan Uber dan marah-marah pada sopir Uber yang memprotes perubahan tarif. Foto: Getty Images

Sebagai perusahaan, Uber juga waktu itu banyak disorot. Mereka kena kasus gugatan teknologi mobil otonom oleh Google, lingkungan kerja yang kurang ramah wanita sampai mengimplementasikan teknologi agar mobil Uber lolos dari kejaran aparat. Foto: Bizjournals

Bagaimanapun, Kalanick mau bertanggungjawab dan rela melepas kedudukannya sebagai CEO. Dan ia cukup berjasa menjadi pelopor industri ride sharing hingga sebesar sekarang. Foto: Getty Images

Tak heran meski bukan lagi sosok kunci, Kalanick tetap datang menyaksikan perusahaan yang dilahirkannya akhirnya menuai kejayaan dengan menjadi perusahaan publik bernilai sekitar USD 75 miliar. Foto: Getty Images

Kedatangannya tetap menjadi perhatian luas dan jadi sorotan media. Foto: Getty Images

Kalanick datang bersama sang ayah, Donald Kalanick. Ia memang dikenal sangat mengutamakan keluarga. Foto: Reuters

Pria yang selalu tampil parlente ini pun tambah kaya raya. 8,6% kepemilikan sahamnya di Uber kini bernilai sekitar USD 5,3 miliar setelah perusahaan tersebut melantai di bursa. Angka tersebut setara dengan Rp 76 triliun. Foto: Getty Images

"Pertahankan prinsipmu dan nyamanlah dengan konfrontasi. Sangat sedikit orang yang begitu," begitulah salah satu prinsip hidupnya. Foto: Getty Images

(/)