Potret Berwarna Ungkap Suasana Jepang Seabad Silam

Suasana pasar di Jepang tahun 1880, lebih dari seabad silam. Proses pewarnaan foto hitam putih dilakukan dengan bantuan software. Foto: Vintages

Anak-anak di Jepang bermain pada tahun 1890. Warnanya dikira-kira dari riset mengenai masa tersebut. Foto: Vintages

Anak-anak di Jepang bermain pada tahun 1890. Warnanya dikira-kira dari riset mengenai masa tersebut. Foto: Vintages

Gunung Fuji di latar belakang. Foto ini diambil tahun 1880. Foto: Vintages

Wanita Geisha dengan busana khas Jepang, pada tahun 1890. Foto: Vintages

Hutan bambu dekat Kyoto pada tahun 1890. Foto: Vintages

Suasananya masih sangat tradisional. Foto: Vintages

Tangga menuju sebuah kuil di Hakone pada tahun 1880. Foto: Vintages

Sebuah taman di Tokyo pada tahun 1880. Foto: Vintages

Jalan Imaichi di Nikko pada tahun 1880. Foto: Vintages

Taman yang asri di Tokyo. Waktu itu, Tokyo tentu belum semodern sekarang. Foto: Vintages

Sebuah kuil di Jepang pada tahun 1875. Foto: Vintages

Kuil Kashuga di Nara pada tahun 1880. Foto: Vintages

Gunung Fuji dilihat dari daerah Kawaibashi pada tahun 1870. Foto: Vintages

Gunung Fuji dilihat dari Otome Pass pada tahun 1890. Foto: Vintages

Kapal-kapalnya masih sangat tradisional. Foto: Vintages

 Deretan patung di Nikko tahun 1880. Foto: Vintages

Suasana di Yokohama tahun 1870. Foto: Vintages

Sebuah kuil di Nikko. Foto: Vintages

Memanen padi dengan cara tradisional. Foto: Vintages

Suasananya barangkali tak jauh beda dengan di negara-negara lain pada waktu itu. Foto: vintages

Busana tradisional masih menjadi andalan. Foto: vintages

Suasana pasar di Jepang tahun 1880, lebih dari seabad silam. Proses pewarnaan foto hitam putih dilakukan dengan bantuan software. Foto: Vintages
Anak-anak di Jepang bermain pada tahun 1890. Warnanya dikira-kira dari riset mengenai masa tersebut. Foto: Vintages
Anak-anak di Jepang bermain pada tahun 1890. Warnanya dikira-kira dari riset mengenai masa tersebut. Foto: Vintages
Gunung Fuji di latar belakang. Foto ini diambil tahun 1880. Foto: Vintages
Wanita Geisha dengan busana khas Jepang, pada tahun 1890. Foto: Vintages
Hutan bambu dekat Kyoto pada tahun 1890. Foto: Vintages
Suasananya masih sangat tradisional. Foto: Vintages
Tangga menuju sebuah kuil di Hakone pada tahun 1880. Foto: Vintages
Sebuah taman di Tokyo pada tahun 1880. Foto: Vintages
Jalan Imaichi di Nikko pada tahun 1880. Foto: Vintages
Taman yang asri di Tokyo. Waktu itu, Tokyo tentu belum semodern sekarang. Foto: Vintages
Sebuah kuil di Jepang pada tahun 1875. Foto: Vintages
Kuil Kashuga di Nara pada tahun 1880. Foto: Vintages
Gunung Fuji dilihat dari daerah Kawaibashi pada tahun 1870. Foto: Vintages
Gunung Fuji dilihat dari Otome Pass pada tahun 1890. Foto: Vintages
Kapal-kapalnya masih sangat tradisional. Foto: Vintages
 Deretan patung di Nikko tahun 1880. Foto: Vintages
Suasana di Yokohama tahun 1870. Foto: Vintages
Sebuah kuil di Nikko. Foto: Vintages
Memanen padi dengan cara tradisional. Foto: Vintages
Suasananya barangkali tak jauh beda dengan di negara-negara lain pada waktu itu. Foto: vintages
Busana tradisional masih menjadi andalan. Foto: vintages