Senyum Kecut Pendiri Xiaomi, Lepas Saham Langsung Anjlok

FotoINET

Senyum Kecut Pendiri Xiaomi, Lepas Saham Langsung Anjlok

Istimewa - detikInet
Senin, 09 Jul 2018 13:40 WIB

Jakarta - Xiaomi resmi melantai di bursa saham Hong Kong. Pendiri & CEO Xiaomi Lei Jun pun berusaha tampak tetap tegar dan semringah meski harga saham perdananya anjlok.

Pendiri Xiaomi, Lei Jun, berdiri nomor dua dari kanan, saat akan meresmikan resminya Xiaomi melantai di bursa saham Hong Kong. Foto: Reuters

Lei yakin perusahaannya akan semakin kuat pasca melakukan IPO atau Initial Public Offering. Foto: Reuters

Dia pun berharap perusahaan teknologi lain juga segera IPO di Hong Kong. Foto: Reuters

“Aku yakin di masa depan, akan ada lebih banyak perusahaan internet datang ke Hong Kong,” sebut dia. Foto: Reuters

Nilai saham Xiaomi saat perdagangan dibuka sebesar HKD 16,60, dibandingkan dengan nilai saat IPO sebesar HKD 17. Xiaomi juga menetapkan harga saham yang paling rendah dari kisaran HKD 17 hingga HKD 22. Foto: Reuters

Penerimaan bersih Xiaomi dari hasil IPO sebesar HKD 23,98 miliar, setelah dipotong biaya penjaminan dan biaya relevan lain. Nilai valuasi perusahaan yang didirikan Lei Jun ini pun 'hanya' menjadi USD 54,3 miliar, setengah dari target USD 100 miliar. Foto: Reuters

"IPO Xiaomi memiliki jendela listing yang tidak menguntungkan, semacam menjadi korban dari ketegangan perdagangan AS-China yang terus meningkat," kata Director of Asset Management Ample Capital, Alex Wong Kwok-ying. Foto: Reuters

Lei Jun sendiri menganggap debut ini sebagai tantangan yang dapat dihadapi oleh perusahaannya. Foto: Reuters

"Walaupun kondisi ekonomi makro jauh dari ideal, kami percaya perusahaan hebat dapat menghadapi tantangan ini dan menunjukkan keistimewaannya," kata Jun dalam pidatonya setelah debut Xiaomi di pasar saham Hong Kong. Foto: Reuters

Perusahaan yang didirikan delapan tahun ini berencana untuk menggunakan 30% dari hasil penerimaan IPO untuk penelitian dan pengembangan, 30% untuk memperkuat kemampuannya di sektor internet of things (IoT), 30% untuk ekspansi global, dan sisanya untuk modal dan urusan finansial perusahaan lainnya. Foto: Reuters

(/)