Never Say Never, BlackBerry!

    Di masa jayanya, BlackBerry ternyata pernah menolak bantuan Justin Bieber. Hal ini diungkap Vincent Washington, manager senior yang ikut mengembangkan bisnis perusahaan tersebut di era 2001 hingga 2011. (kredit foto: istimewa)

    "Berikan saya USD 200 ribu dan 20 ponsel BlackBerry, maka saya akan jadi brand ambassador Anda," kata Bieber. Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh BlackBerry. (kredit foto: istimewa)

    Padahal kalau BlackBerry jeli, momentum itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk gimmick marketing. Apalagi Beiber merupakan putra asli Kanada, dibesarkan di Kanada,dan merupakan penyanyi potensial yang tengah menanjak popularitasnya kala itu. (kredit foto: istimewa)

    Tapi entah kenapa, BlackBerry yang saat itu masih menggunakan nama Research in Motion (RIM) menolak menggunakan jasa murah pelantun 'Beauty and the Beat' tersebut. Tim marketing BlackBerry bahkan pernah mengatakan, "anak ini cuma iseng. Dia mungkin tidak akan bertahan lama (popularitasnya)." (kredit foto: getty images)

    Lucunya, Vincent punya pendapat berbeda saat itu. Dia mengatakan, "anak ini mungkin akan jauh lebih populer dibanding RIM." Dan semua orang di ruangan itu tertawa. Bieber cuma dianggap anak kemarin sore yang numpang ngetop sesaat. (kredit foto: istimewa)

    Dan siapa yang akhirnya tertawa belakangan? (kredit foto: istimewa)

    Dugaan Vincent benar. Bieber terbukti lebih populer saat ini. Di Twitter saja, jumlah pengikutnya sudah 47 juta lebih. Belum lagi di Facebook, YouTube, dan Instagram. Sementara BlackBerry? (screenshot Twitter)

    Ya, popularitas BlackBerry di social media tak sebanding dengan Bieber. Bahkan kalau dijumlahkan dengan follower Alicia Keys saja masih kalah jauh. (screenshot Twitter)

    BlackBerry pada akhirnya lebih memilih Alicia Keys sebagai brand ambassador sekaligus Global Creative Director. Pilihan yang salah? (screenshot Twitter)

    Yang pasti saat ini, BlackBerry tengah terpuruk. Perusahaan ponsel ini kehilangan USD 1 miliar dalam tiga bulan. Dan valuasinya anjlok hampir 85% dari USD 83 miliar di 2008 menjadi USD 4 miliar di 2013. Pangsa pasarnya pun tak sampai 2%.(kredit foto: istimewa)

Saking ruginya perusahaan, BlackBerry terpaksa memecat 4.500 karyawan dan memberhentikan hampir seluruh bos besarnya, mulai dari CEO, COO, CFO, sampai CMO. BlackBerry dinilai gagal total dalam kampanye BlackBerry 10. (kredit foto: getty images)
Sementara Justin Bieber malah terus meroket popularitas dan kekayaannya. Pemuda 19 tahun ini bahkan dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu selebriti paling berpengaruh di dunia dengan kekayaan sedikitnya USD 130 juta alias Rp 1,5 triliun lebih. Alicia Keys bahkan tak masuk dalam daftar Forbes tersebut.
Andai saja Bieber menjadi duta BlackBerry, mungkin saja pelantun 'Never Say Never' yang tengah digandrungi seluruh remaja di muka bumi ini masih bisa menyelamatkan nasib perusahaan tersebut. (kredit foto: getty images)
    Di masa jayanya, BlackBerry ternyata pernah menolak bantuan Justin Bieber. Hal ini diungkap Vincent Washington, manager senior yang ikut mengembangkan bisnis perusahaan tersebut di era 2001 hingga 2011. (kredit foto: istimewa)
    Berikan saya USD 200 ribu dan 20 ponsel BlackBerry, maka saya akan jadi brand ambassador Anda, kata Bieber. Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh BlackBerry. (kredit foto: istimewa)
    Padahal kalau BlackBerry jeli, momentum itu seharusnya bisa dimanfaatkan untuk gimmick marketing. Apalagi Beiber merupakan putra asli Kanada, dibesarkan di Kanada,dan merupakan penyanyi potensial yang tengah menanjak popularitasnya kala itu. (kredit foto: istimewa)
    Tapi entah kenapa, BlackBerry yang saat itu masih menggunakan nama Research in Motion (RIM) menolak menggunakan jasa murah pelantun Beauty and the Beat tersebut. Tim marketing BlackBerry bahkan pernah mengatakan, anak ini cuma iseng. Dia mungkin tidak akan bertahan lama (popularitasnya). (kredit foto: getty images)
    Lucunya, Vincent punya pendapat berbeda saat itu. Dia mengatakan, anak ini mungkin akan jauh lebih populer dibanding RIM. Dan semua orang di ruangan itu tertawa. Bieber cuma dianggap anak kemarin sore yang numpang ngetop sesaat. (kredit foto: istimewa)
    Dan siapa yang akhirnya tertawa belakangan? (kredit foto: istimewa)
    Dugaan Vincent benar. Bieber terbukti lebih populer saat ini. Di Twitter saja, jumlah pengikutnya sudah 47 juta lebih. Belum lagi di Facebook, YouTube, dan Instagram. Sementara BlackBerry? (screenshot Twitter)
    Ya, popularitas BlackBerry di social media tak sebanding dengan Bieber. Bahkan kalau dijumlahkan dengan follower Alicia Keys saja masih kalah jauh. (screenshot Twitter)
    BlackBerry pada akhirnya lebih memilih Alicia Keys sebagai brand ambassador sekaligus Global Creative Director. Pilihan yang salah? (screenshot Twitter)
    Yang pasti saat ini, BlackBerry tengah terpuruk. Perusahaan ponsel ini kehilangan USD 1 miliar dalam tiga bulan. Dan valuasinya anjlok hampir 85% dari USD 83 miliar di 2008 menjadi USD 4 miliar di 2013. Pangsa pasarnya pun tak sampai 2%.(kredit foto: istimewa)
Saking ruginya perusahaan, BlackBerry terpaksa memecat 4.500 karyawan dan memberhentikan hampir seluruh bos besarnya, mulai dari CEO, COO, CFO, sampai CMO. BlackBerry dinilai gagal total dalam kampanye BlackBerry 10. (kredit foto: getty images)
Sementara Justin Bieber malah terus meroket popularitas dan kekayaannya. Pemuda 19 tahun ini bahkan dinobatkan oleh Forbes sebagai salah satu selebriti paling berpengaruh di dunia dengan kekayaan sedikitnya USD 130 juta alias Rp 1,5 triliun lebih. Alicia Keys bahkan tak masuk dalam daftar Forbes tersebut.
Andai saja Bieber menjadi duta BlackBerry, mungkin saja pelantun Never Say Never yang tengah digandrungi seluruh remaja di muka bumi ini masih bisa menyelamatkan nasib perusahaan tersebut. (kredit foto: getty images)