Aksesoris Komputer Paling Aneh & Bikin Ribet

    Gamepad bernama Titan Sphere ini lahir di tengah masa jaya komputer gaming. Sang produsen, Second Generation Research Laboratories, awalnya ingin membuat produk tersebut tampil unik. Tapi malah terlihat aneh dan sulit digunakan. (Kredit foto: Digital Trends)

    Siapa yang menduga kalau produk yang memiliki 'dua kaki' ini adalah keyboard. Ya, ini adalah papan ketik yang dijanjikan bisa membuat penggunanya lebih nyaman dan bisa mengetik lebih cepat. Tapi nyatanya itu hanya sebatas teori. (Kredit foto: Digital Trends)

OCZ Neural Impulse Actuator menawarkan konsep yang sungguh menggiurkan, yakni sistem kendali melalui pikiran. Ya, perangkat ini memang tergolong keren, hanya saja saat dipakai produk tersebut terbukti membuat pusing dan bisa menyebabkan penuaan dini. Tak heran jika para gamer langsung melupakannya. (Kredit foto: Digital Trends)
Desain keyboard saat ini diyakini masih kurang bersahabat dengan tangan dan bisa menyebabkan nyeri di pergelangan. Untuk itulah dibuat SafeType Keyboard dengan ergonomi yang baik, hanya saja penempatan tombol yang nyeleneh membuatnya sulit digunakan. (Kredit foto: Digital Trends)
Dulu permainan simulasi kereta sangat disukai, sampai-sampai dibuatlah kontroler khusus untuk game tersebut. Namun karena banyaknya tombol dan tuas membuatnya sulit digunakan, dan pada akhirnya kontroler seharga USD 199 ini pun hilang begitu saja di pasaran. (Kredit foto: Digital Trends)
Saat ini Nintendo memang terbilang sukses dengan Wii Motionnya, namun beberapa tahun lalu vendor game asal Negeri Sakura tersebut sempat gagal membuat kendali sensor gerak, Power Glove (NES). Kendali tersebut hampir tidak berfungsi sama sekali. Semenjak diluncurkan hanya ada dua game saja yang mendukung perangkat tersebut. (Kredit foto: Digital Trends)
Produk mungil ini adalah mouse jari yang sangat portable. Tak seperti mouse pada umumnya, produk ini tidak memanfaatkan sensor, melainkan melalu bola yang dikendalikan dengan jari telunjuk. Konsepnya cukup menarik, tapi entah mengapa produk ini tidak direspons dengan baik di pasaran.  (Kredit foto: Digital Trends)
    Gamepad bernama Titan Sphere ini lahir di tengah masa jaya komputer gaming. Sang produsen, Second Generation Research Laboratories, awalnya ingin membuat produk tersebut tampil unik. Tapi malah terlihat aneh dan sulit digunakan. (Kredit foto: Digital Trends)
    Siapa yang menduga kalau produk yang memiliki dua kaki ini adalah keyboard. Ya, ini adalah papan ketik yang dijanjikan bisa membuat penggunanya lebih nyaman dan bisa mengetik lebih cepat. Tapi nyatanya itu hanya sebatas teori. (Kredit foto: Digital Trends)
OCZ Neural Impulse Actuator menawarkan konsep yang sungguh menggiurkan, yakni sistem kendali melalui pikiran. Ya, perangkat ini memang tergolong keren, hanya saja saat dipakai produk tersebut terbukti membuat pusing dan bisa menyebabkan penuaan dini. Tak heran jika para gamer langsung melupakannya. (Kredit foto: Digital Trends)
Desain keyboard saat ini diyakini masih kurang bersahabat dengan tangan dan bisa menyebabkan nyeri di pergelangan. Untuk itulah dibuat SafeType Keyboard dengan ergonomi yang baik, hanya saja penempatan tombol yang nyeleneh membuatnya sulit digunakan. (Kredit foto: Digital Trends)
Dulu permainan simulasi kereta sangat disukai, sampai-sampai dibuatlah kontroler khusus untuk game tersebut. Namun karena banyaknya tombol dan tuas membuatnya sulit digunakan, dan pada akhirnya kontroler seharga USD 199 ini pun hilang begitu saja di pasaran. (Kredit foto: Digital Trends)
Saat ini Nintendo memang terbilang sukses dengan Wii Motionnya, namun beberapa tahun lalu vendor game asal Negeri Sakura tersebut sempat gagal membuat kendali sensor gerak, Power Glove (NES). Kendali tersebut hampir tidak berfungsi sama sekali. Semenjak diluncurkan hanya ada dua game saja yang mendukung perangkat tersebut. (Kredit foto: Digital Trends)
Produk mungil ini adalah mouse jari yang sangat portable. Tak seperti mouse pada umumnya, produk ini tidak memanfaatkan sensor, melainkan melalu bola yang dikendalikan dengan jari telunjuk. Konsepnya cukup menarik, tapi entah mengapa produk ini tidak direspons dengan baik di pasaran.  (Kredit foto: Digital Trends)