Jaminan garansi sebesar itu, menurut Arya Mandala Putra, Chief Commercial Officer ICK Company, merupakan kelipatan seribu kali lipat dari harga langganan terbesarnya untuk katagori Platinum yang dihargai Rp 1,3 juta per bulan.
Jika ada satu saja SMS yang dienkripsi SMS Guard, nama aplikasi tersebut—berhasil terbaca akibat disadap pihak lain, bukan sang penerima, maka ICK menyatakan akan menyanggupi klaim ganti rugi penggunanya. Apa punya uang sebesar itu?
“Ya, kami punya uang buat ganti ruginya. Kami jamin tidak bisa bobol. Kalau bobol, kami ganti 1.000 kali lipat. Kalau langganan yang platinum, ya kami ganti Rp 1,3 miliar,” tegas Arya saat ditemui detikINET di sela pameran Indocomtech 2013, di Jakarta Convention Center.
ICK sendiri mengeluarkan tiga paket berlangganan, yakni silver Rp 130 ribu per bulan untuk 100 SMS dengan tingkat keamanan standar, Gold Rp 650 ribu per bulan untuk 500 SMS dengan tingkat keamanan tinggi, dan Platinum Rp 1,3 juta per bulan dengan tingkat keamanan sangat tinggi.
Aplikasi kontroversial ini diklaim hadir sebagai solusi untuk privasi pengguna SMS yang ditargetkan datang dari kalangan komunitas pebisnis, khususnya untuk urusan pengiriman pesan singkat yang berisi data sensitif agar tidak bisa disadap oleh kompetitor bisnisnya.
“Garansi keamanan dengan ganti rugi hingga 1.000 kali lipat sengaja kami tawarkan jika kode enkripsi kami bisa dijebol pihak lain. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menjamin privasi pelanggan,” tegas Chief Bussiness Officer ICK Company, Agung Setia Bakti.
“Garansi ini, sebagai bukti keunggulan layanan kami. Layanan premium ini benar-benar aman, anti sadap, forensik dan audit. SMS Guard sangat cocok diaplikasikan bagi para pebisnis, profesional, politisi, selebriti, atau pihak-pihak yang membutuhkan privasi dalam berkomunikasi, khususnya via SMS,” kata Agung.
Dijelaskan oleh Panji Agus Muttaqin, Senior Software Engineer ICK Company, dalam cara kerjanya, pesan pendek yang dikirimkan smartphone pelanggan SMS Guard dienkrip terlebih dahulu di smartphone pelanggan yang selanjutnya dikirimkan ke server private milik SMS Guard.
Kemudian server akan meneruskan SMS yang sudah terenkripsi tersebut ke nomor tujuan pengguna akhir sesama pelanggan SMS Guard dengan metode masking number. Akhirnya smartphone penerima akan mendekripsi atau mengurai kode SMS tersebut sehingga kontennya bisa terbaca.