IBM Kian Mantap di Pasar Enterprise

Di hadapan 2800 tamu undangan dari seluruh dunia, termasuk detikINET, IBM SVP System & Technology Tom Rosamilia membuka acara ini dengan membicarakan tren konvergensi mobile enterprise, khususnya big data, cloud computing, dan social media.
"Big data, cloud, social media, mobile, apa kekuatan yang mendukung di belakangnya? Infrastruktur! Itu sebabnya infrastruktur sangat penting, ada 2,5 miliar gigabytes data diciptakan setiap hari," kata Tom.
Dengan tren seperti itu, IBM pun menyebut bahwa investasi teknologi telah menjadi concern utama para CEO dalam dua tahun terakhir ini.
Para pengambil keputusan yang ada di C-level pun setuju, teknologi harus menjadi prioritas utama dalam menunjang bisnis enterprise.
Dengan dukungan solusi teknologi yang tepat, enterprise harus semakin pintar agar bisa terus melangkah.
Enterprise yang pintar, kata IBM, harus pintar-pintar mengolah big data untuk menunjang setiap pengambilan keputusan bisnis.
"Analisa pada big data itu pula yang nantinya akan menghadirkan pengalaman baru bagi para pelanggan," kata Tom.
Untuk menjadi enterprise yang cerdas diperlukan transformasi IT dalam bisnis.
Tak hanya dukungan infrastruktur yang tepat untuk transformasi IT, namun diperlukan juga perubahan pada kultur organisasi perusahaan.
Di hadapan 2800 tamu undangan dari seluruh dunia, termasuk detikINET, IBM SVP System & Technology Tom Rosamilia membuka acara ini dengan membicarakan tren konvergensi mobile enterprise, khususnya big data, cloud computing, dan social media.
Big data, cloud, social media, mobile, apa kekuatan yang mendukung di belakangnya? Infrastruktur! Itu sebabnya infrastruktur sangat penting, ada 2,5 miliar gigabytes data diciptakan setiap hari, kata Tom.
Dengan tren seperti itu, IBM pun menyebut bahwa investasi teknologi telah menjadi concern utama para CEO dalam dua tahun terakhir ini.
Para pengambil keputusan yang ada di C-level pun setuju, teknologi harus menjadi prioritas utama dalam menunjang bisnis enterprise.
Dengan dukungan solusi teknologi yang tepat, enterprise harus semakin pintar agar bisa terus melangkah.
Enterprise yang pintar, kata IBM, harus pintar-pintar mengolah big data untuk menunjang setiap pengambilan keputusan bisnis.
Analisa pada big data itu pula yang nantinya akan menghadirkan pengalaman baru bagi para pelanggan, kata Tom.
Untuk menjadi enterprise yang cerdas diperlukan transformasi IT dalam bisnis.
Tak hanya dukungan infrastruktur yang tepat untuk transformasi IT, namun diperlukan juga perubahan pada kultur organisasi perusahaan.