Olympus OM-D E-M1, Perkawinan Mirrorless & DSLR

Bagi yang terbiasa 'berteman' dengan kamera profesional, mungkin akan senang dengan piranti ini berkat adanya tombol-tombol pengaturan yang komplit dan handling yang nyaman.
Di bagian atas, ada mode dial hingga dua control dial, satu di depan dan satu di belakang. Asyiknya, Olympus menyediakan satu tombol switch yang terletak di samping EVF (Electronic Viewfinder) untuk berganti konfigurasi tersebut. Ada juga tombol 'kunci' di tengah mode dial untuk mencegah pengguna tak sengaja salah berpindah mode.
     
LCD yang dimiliki EM-1 sendiri sudah dibekali teknologi layar sentuh. LCD ini didesain untuk bisa ditekuk (tiltable). Layarnya terlihat jernih dengan resolusi 1.037.000 titik yang dimilikinya.
Kamera ini mengakomodir pengguna profesional yang kerap berada di luar ruangan (outdoor) dan dalam situasi ekstrim. Didesain tangguh, piranti yang dibalut magnesium alloy ini tahan debu, splash proofing, dan dalam temperatur dingin E-M1 sanggup bertahan hingga -10 derajat Celcius.
Flagship berikut merupakan penggabungan kamera sistem mirrorless MFT (Micro Four Thirds) Olympus dan seri DSLR (E)-nya. E-M1 memiliki bobot 442g untuk bodinya, dan 496g jika menampung baterai dan kartu memori.
Salah satu peningkatan dari model sebelumnya bisa ditilik dari EVF yang memiliki 1,48x magnifikasi dan resolusi tinggi 2,36 juta titik. Olympus mengklaim, EVF milik penerus seri E-5 ini, setara dengan kamera full frame (FF).
Dalam acara perilisan OM-D E-M1 di bilangan Jakarta Pusat, Olympus membeberkan harga kamera ini, yakni Rp 19,8 juta untuk body only, sedangkan yang dipasangkan dengan lensa 12-40mm f/2.8 PRO dibanderol Rp 28,9 juta.

    Sejumlah daya pikat lain dari kamera ini adalah pemakaian Image processor TruePic VII, sistem AF phase detection dan contrast detection, 5-axis image stabilization serta WiFi untuk kemudahan transfer foto maupun pengontrolan kamera dari piranti lain.

Bagi yang terbiasa berteman dengan kamera profesional, mungkin akan senang dengan piranti ini berkat adanya tombol-tombol pengaturan yang komplit dan handling yang nyaman.
Di bagian atas, ada mode dial hingga dua control dial, satu di depan dan satu di belakang. Asyiknya, Olympus menyediakan satu tombol switch yang terletak di samping EVF (Electronic Viewfinder) untuk berganti konfigurasi tersebut. Ada juga tombol kunci di tengah mode dial untuk mencegah pengguna tak sengaja salah berpindah mode.     
LCD yang dimiliki EM-1 sendiri sudah dibekali teknologi layar sentuh. LCD ini didesain untuk bisa ditekuk (tiltable). Layarnya terlihat jernih dengan resolusi 1.037.000 titik yang dimilikinya.
Kamera ini mengakomodir pengguna profesional yang kerap berada di luar ruangan (outdoor) dan dalam situasi ekstrim. Didesain tangguh, piranti yang dibalut magnesium alloy ini tahan debu, splash proofing, dan dalam temperatur dingin E-M1 sanggup bertahan hingga -10 derajat Celcius.
Flagship berikut merupakan penggabungan kamera sistem mirrorless MFT (Micro Four Thirds) Olympus dan seri DSLR (E)-nya. E-M1 memiliki bobot 442g untuk bodinya, dan 496g jika menampung baterai dan kartu memori.
Salah satu peningkatan dari model sebelumnya bisa ditilik dari EVF yang memiliki 1,48x magnifikasi dan resolusi tinggi 2,36 juta titik. Olympus mengklaim, EVF milik penerus seri E-5 ini, setara dengan kamera full frame (FF).
Dalam acara perilisan OM-D E-M1 di bilangan Jakarta Pusat, Olympus membeberkan harga kamera ini, yakni Rp 19,8 juta untuk body only, sedangkan yang dipasangkan dengan lensa 12-40mm f/2.8 PRO dibanderol Rp 28,9 juta.
    Sejumlah daya pikat lain dari kamera ini adalah pemakaian Image processor TruePic VII, sistem AF phase detection dan contrast detection, 5-axis image stabilization serta WiFi untuk kemudahan transfer foto maupun pengontrolan kamera dari piranti lain.