Mengintip Pabrik Moto X Kebanggaan AS

Pabrik yang bertempat di daerah Fort Worth ini dulu sempat lama digunakan oleh Nokia untuk memproduksi ponsel-ponselnya. (kredit foto: the verge)

    Pabrik ini sendiri dikelola oleh Flextronic, perusahaan manfaktur asal Singapura. Mulai dioperasikan untuk produksi smartphone Moto X sejak 6 Agustus 2013 lalu. (kredit foto: the verge)

Menurut Google Executive Chairman Eric Schmidt, dari 130 juta smartphone yang digunakan oleh warga AS, tak ada satupun yang diproduksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)
Itu sebabnya, Google lewat Motorola, coba menghilangkan ketergantungan terhadap manufaktur China dan Taiwan dengan mengandalkan produksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)
     
Di pabrik ini, Moto X ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 100 ribu unit setiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan pasar smartphone. (kredit foto: the verge)
Menurut CEO Flextroics Mike McNamara, pabriknya mengandalkan lebih dari 2.000 pekerja untuk merakit ponsel Moto X ini. (kredit foto: the verge)
Di AS sendiri, Moto X telah diikat kerjasama bundling oleh operator telekomunikasi AT&T. (kredit foto: the verge)
Dalam seremoni peresmian pabrik ponsel ini, Gubernur Texas Rick Perry juga turut diundang hadir. (kredit foto: the verge)
Bahkan dalam seremoni puncaknya, Gubernur Perry sempat membanting iPhone miliknya untuk menghormati tuan rumah yang hendak memberikan Moto X. (kredit foto: the verge)
Gubernur Perry membanting iPhone miliknya setelah disindir oleh CEO Motorola Mobility Dennis Woodside bukan bagian dari 80% pengguna Android di seluruh dunia. (kredit foto: the verge)
     
Aksi ini dilakukan karena iPhone meskipun didesain di Amerika, namun manufakturnya bukan produksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)
Motorola sendiri diakuisisi oleh Google dengan mahar USD 12,5 miliar pada Agustus 2011 silam. Meski sudah punya divisi ponsel sendiri, Google tetap membuka kerja sama lisensi Android dengan sejumlah prinsipal ponsel lain, seperti Samsung, Sony, HTC, dan lainnya.
Pabrik yang bertempat di daerah Fort Worth ini dulu sempat lama digunakan oleh Nokia untuk memproduksi ponsel-ponselnya. (kredit foto: the verge)
    Pabrik ini sendiri dikelola oleh Flextronic, perusahaan manfaktur asal Singapura. Mulai dioperasikan untuk produksi smartphone Moto X sejak 6 Agustus 2013 lalu. (kredit foto: the verge)
Menurut Google Executive Chairman Eric Schmidt, dari 130 juta smartphone yang digunakan oleh warga AS, tak ada satupun yang diproduksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)
Itu sebabnya, Google lewat Motorola, coba menghilangkan ketergantungan terhadap manufaktur China dan Taiwan dengan mengandalkan produksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)     
Di pabrik ini, Moto X ditargetkan bisa diproduksi sebanyak 100 ribu unit setiap minggunya untuk memenuhi kebutuhan pasar smartphone. (kredit foto: the verge)
Menurut CEO Flextroics Mike McNamara, pabriknya mengandalkan lebih dari 2.000 pekerja untuk merakit ponsel Moto X ini. (kredit foto: the verge)
Di AS sendiri, Moto X telah diikat kerjasama bundling oleh operator telekomunikasi AT&T. (kredit foto: the verge)
Dalam seremoni peresmian pabrik ponsel ini, Gubernur Texas Rick Perry juga turut diundang hadir. (kredit foto: the verge)
Bahkan dalam seremoni puncaknya, Gubernur Perry sempat membanting iPhone miliknya untuk menghormati tuan rumah yang hendak memberikan Moto X. (kredit foto: the verge)
Gubernur Perry membanting iPhone miliknya setelah disindir oleh CEO Motorola Mobility Dennis Woodside bukan bagian dari 80% pengguna Android di seluruh dunia. (kredit foto: the verge)     
Aksi ini dilakukan karena iPhone meskipun didesain di Amerika, namun manufakturnya bukan produksi dalam negeri. (kredit foto: the verge)
Motorola sendiri diakuisisi oleh Google dengan mahar USD 12,5 miliar pada Agustus 2011 silam. Meski sudah punya divisi ponsel sendiri, Google tetap membuka kerja sama lisensi Android dengan sejumlah prinsipal ponsel lain, seperti Samsung, Sony, HTC, dan lainnya.