Ponsel dengan harga USD 99 atau di kisaran Rp 1 juta ini menjalankan platform software baru bernama Asha OS dari Smarterphone, perusahaan yang diakuisisi Nokia di 2012. Asha OS bisa menampilkan interface bernama Fastlane, yang menunjukkan daftar aplikasi sedang diakses, update jejaring sosial ataupun kontak. (kredit foto: GSMArena)
"Dengan platform Asha yang baru, developer bisa membuat aplikasi berkualitas yang sebelumnya hanya ada di smartphone high end," kata Marco Agenti, head of Developer Experiences Nokia. (kredit foto: GSMArena)