×
Ad

OpenAI Ungkap Beda Dots dan ChatGPT, AI Kini Bisa Jadi Bos AI Lain

Adi Fida Rahman - detikInet
Kamis, 05 Nov 2026 18:40 WIB
Foto: Adi FR/detikINET
Jakarta -

OpenAI kini punya Dots, asisten kecerdasan buatan (AI) yang bukan sekadar menjawab pertanyaan atau menjalankan perintah. Dots bahkan bisa menjadi semacam supervisor yang mengatur pekerjaan AI lain, termasuk ChatGPT Work dan Codex.

Lantas, apa bedanya Dots dengan ChatGPT yang selama ini digunakan banyak orang? Gabriel Chua, Product Engineer OpenAI, menjelaskan bahwa perbedaan utamanya terletak pada cara AI membantu pengguna mengelola pekerjaan.

"Saya rasa cara terbaik memahaminya adalah ChatGPT dan Codex merupakan alat yang kita gunakan. Sementara Dots bisa dianggap memiliki akses ke alat-alat yang sama," ujar Gabriel dalam sesi briefing bersama media Asia Pasifik, Kamis (5/11/2026).

Menurutnya, ChatGPT Work dan Codex memungkinkan pengguna mendelegasikan pekerjaan kepada AI. Namun, pengguna masih perlu memberikan instruksi, memantau hasil, dan menentukan langkah berikutnya.

Dots menawarkan pendekatan berbeda. Asisten AI ini dapat mengambil inisiatif berdasarkan konteks, mengoordinasikan beberapa pekerjaan, serta mengingatkan pengguna ketika ada sesuatu yang membutuhkan perhatian.

Dots Bisa Jadi Supervisor ChatGPT

Gabriel memberikan contoh ketika seseorang memiliki sepuluh tugas ChatGPT yang berjalan secara terpisah. Tanpa Dots, pengguna harus memantau setiap tugas dan memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana.

Namun, dengan Dots, berbagai pekerjaan tersebut dapat dikoordinasikan melalui satu asisten AI yang memberikan gambaran perkembangan secara menyeluruh.

"Jika Anda memiliki sepuluh tugas ChatGPT berbeda yang sedang berjalan, memiliki Dots sebagai supervisor sebenarnya bisa sangat membantu. Dots dapat memberikan gambaran menyeluruh," jelas Gabriel.

Kemampuan ini juga memungkinkan Dots mengenali hubungan antara pekerjaan yang sebelumnya tampak tidak berkaitan.

Misalnya, pengguna meminta ChatGPT mengelola email, sementara tugas lainnya adalah menyiapkan poster untuk dicetak. Ketika muncul email yang memberitahukan bahwa mesin printer sedang rusak, Dots dapat memahami bahwa informasi tersebut berpotensi mengganggu pekerjaan mencetak poster.

AI kemudian bisa memberikan peringatan dan menawarkan bantuan mencari tempat percetakan alternatif.

Menurut Gabriel, kemampuan memahami hubungan antartugas tersebut menjadi salah satu keuntungan menggunakan Dots dibandingkan mengelola berbagai pekerjaan AI secara terpisah.

Dots, Asisten AI buatan OpenAI Foto: Adi FR/detikINET

Bisa Perintahkan Codex dan Pantau Pemrograman

Kemampuan Dots tidak terbatas pada ChatGPT Work. Gabriel mengungkap bahwa asisten AI tersebut juga dapat memulai percakapan Codex untuk menangani pekerjaan pemrograman.

Codex merupakan AI coding agent OpenAI yang membantu pengembang menulis, memeriksa, dan memperbaiki kode program.

Gabriel mencontohkan penggunaan Dots untuk memantau proses pengolahan data berukuran besar, misalnya pipeline yang menangani 100 GB data.

Dots dapat mengikuti perkembangan pekerjaan dan memberikan informasi ketika proses telah mencapai 70%.

Apabila muncul kesalahan ketika pekerjaan mencapai 80%, Dots dapat membantu mengidentifikasi masalah serta menindaklanjuti perbaikannya melalui tugas yang relevan.

Tidak berhenti di situ, Dots juga dapat membantu memberikan rekomendasi agar sistem pengolahan data menjadi lebih tangguh sehingga kesalahan serupa tidak mudah terulang.

Dengan kemampuan tersebut, pengguna tidak harus terus-menerus memeriksa setiap tahapan pekerjaan teknis secara manual.

Dots, Asisten AI buatan OpenAI Foto: Adi FR/detikINET




(afr/afr)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork