Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Cerita 3 Desainer Lokal Berkarya Pakai AI Tanpa Kehilangan Sentuhan Manusia

Cerita 3 Desainer Lokal Berkarya Pakai AI Tanpa Kehilangan Sentuhan Manusia


Virgina Maulita Putri - detikInet

Stella Rissa (kiri), Senior Brand Creative & Social Marketing Google SEA Mira Sumanti, dan Andy Tan di press briefing Gemini in Craft
Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Kehadiran platform AI generatif seperti Google Gemini dikhawatirkan dapat menggusur pekerja industri kreatif. Namun, bagi desainer Auguste Soesastro, Stella Rissa, dan Andy Tan, AI justru membantu mereka menjadi lebih kreatif.

Menurut Auguste, pendiri dan direktur kreatif rumah mode Kraton, selera dan cita rasa bukan sesuatu yang bisa diwujudkan hanya dengan menggunakan prompt AI. Oleh karena itu, ia memanfaatkan Gemini untuk membantu riset saat mengerjakan pesanan kliennya.

"Contohnya, mas Auguste dalam proyek ini, dia sedang mengerjakan proyek buat salah satu customer-nya yang menggabungkan culture dari Jawa sama Latvia," jelas Mira Sumanti, Senior Brand, Creative & Social Marketing Google SEA dalam press briefing Gemini in Craft di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi dia masukkan semua source-nya ke Gemini Notebook, dia sintesis, dia bisa minta Gemini untuk buatkan mind map dong untuk kesamaan dua culture ini, dari situ berbagai informasi bisa didapatkan. Dan dia juga menggunakan Deep Research untuk memastikan kepatuhan budaya," imbuhnya.

Lain ceritanya dengan Stella, pendiri dan direktur kreatif Stellarissa dan Stellarworld. Ia menggunakan Gemini untuk memasangkan baju dari koleksi couture-nya ke karakter virtual rancangannya yang diberi nama Starlet.

ADVERTISEMENT

Stella mengatakan Starlet merupakan hasil sketsa karakter cat air yang kemudian diubah menjadi karakter digital. Ia ingin karakter ini menjadi kekayaan intelektual (IP) dengan podcast dan figur seni 3D yang dapat dikoleksi.

"Ini pengalaman pribadi ketika aku menggunakan tools AI ini yang perlu kita belajar adalah cara kita prompting. Dan prompting itu adalah pembelajaran baru buat tim kreatif kami karena kita harus sangat detail sekali," jelas Stella dalam kesempatan yang sama.

"Mulai detail karakternya seperti apa, voice-nya seperti apa, warnanya seperti apa, semuanya. Dan dari situ saya juga belajar bahwa teknologi itu bisa membuat imajinasi kita sangat unlimited," imbuhnya.

Sementara itu, pendiri Two Stitches Andy Tan menggunakan AI untuk membuat bisnisnya menjadi lebih efisien. Ia memanfaatkan AI untuk menghasilkan visualisasi 3D dan uji busana virtual pada model untuk melihat drape dan pergerakan pakaian untuk koleksi yang belum dirilis.

Andy mengatakan metode ini bisa memangkas biaya dan mengurangi jumlah kain sisa atau dead stock karena pembeli internasional bisa mengevaluasi dan memesan koleksi sebelum diproduksi. Ia juga menggunakan Gemini untuk melakukan analisis pasar menjelang rencana Two Stitches untuk ekspansi ke negara lain.

"Dengan adanya (Gemini) Deep Research ini tuh membantu kita, jadi kayak oke nih kalau gue misalkan mau coba jualan di luar negeri harga pas nggak nih? Jadi bisa tahu kompetitornya siapa," ucap Andy.



(vmp/vmp)
TAGS




Hide Ads