Gangguan besar Microsoft 365 yang berlangsung sejak 31 Agustus 2026 berdampak pada sederet layanan kerja Microsoft. Bukan hanya Outlook dan Exchange Online, masalah juga merembet ke Teams, SharePoint, Copilot hingga Defender XDR.
Gangguan tersebut memasuki hari kedua pada 1 September. Microsoft mengatakan kondisi layanan berangsur membaik setelah perusahaan menerapkan sejumlah langkah mitigasi, meski pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan layanan benar-benar kembali normal.
Outlook menjadi salah satu layanan yang paling terdampak. Sejumlah pengguna mengalami keterlambatan pengiriman email, email gagal terkirim, kesulitan melakukan autentikasi hingga gangguan pada fitur pencarian.
Microsoft pertama kali mengakui masalah Exchange Online pada 31 Agustus sekitar pukul 17.30 UTC. Gangguan tersebut dicatat melalui insiden EX1464935, sebelum perusahaan mengonfirmasi dampak yang lebih luas melalui insiden MO1465074.
Selain Exchange Online dan Outlook, layanan yang terdampak mencakup OneDrive for Business, SharePoint Online, Microsoft Teams, Microsoft Purview, Defender XDR, Microsoft 365 Admin Center, Universal Print hingga Microsoft 365 Copilot.
Biang Kerok Microsoft 365 Tumbang
Dilansir Techcrunch, Microsoft mengatakan gangguan berkaitan dengan masalah konfigurasi autentikasi inti yang digunakan oleh sejumlah layanan Microsoft 365.
Hasil investigasi perusahaan menemukan adanya kesalahan konfigurasi yang membuat komponen autentikasi tidak dapat diterapkan seperti seharusnya pada sebagian infrastrukturnya. Kondisi tersebut kemudian memicu gangguan autentikasi, koneksi dan layanan Microsoft lainnya.
Microsoft kemudian melakukan pengujian manual pada server, menerapkan kembali komponen autentikasi serta me-restart bagian tertentu dari infrastrukturnya.
Langkah mitigasi itu membuat layanan mulai pulih secara bertahap. Microsoft sempat mengatakan pengguna masih dapat mengalami keterlambatan pengiriman email karena pesan yang menumpuk selama gangguan harus diproses kembali.
Pada pembaruan 1 September, Microsoft memastikan fungsi utama Exchange Online, termasuk mail flow dan pencarian, sudah pulih. Perusahaan kemudian mengalihkan fokusnya untuk memvalidasi pemulihan layanan Microsoft 365 lainnya dan mencari kemungkinan dampak yang masih tersisa.
Microsoft juga mengatakan data telemetri menunjukkan tren pemulihan yang positif. Perusahaan memasuki periode pemantauan lebih panjang untuk memastikan layanan tetap stabil dan gangguan tidak kembali muncul.
Hingga berita ini ditulis, Microsoft belum mengungkap berapa banyak pengguna atau perusahaan yang terdampak secara global.
Simak Video "Kilasan Outlook Indonesia 2026, Peran Penggerak Ekonomi Nasional"
(afr/afr)