×
Ad

Rahasia Kokohnya Rumah Viral di Nepal yang Selamatkan Penghuninya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 31 Agu 2026 12:32 WIB
Rumah hijau di Nepal selamat dari kehancuran. Foto: X.com
Jakarta -

Di sekeliling rumah itu, air bah raksasa mengamuk. Arus deras kecokelatan menghantam bangunan-bangunan dengan sangat mengerikan.

Di tengah kekacauan tersebut, rumah kecil berwarna hijau itu bertahan. Di balkon atasnya, setidaknya tiga anggota keluarga terlihat menyaksikan amukan banjir di sekeliling mereka.

Air mengepung rumah mereka dan bangunan-bangunan di sekitarnya rusak atau tersapu bersih. Namun, bangunan hijau itu tidak runtuh dan keluarga tersebut pun selamat. 'Keajaiban' itu pun menjadi viral di media sosial.

Rekaman video dari Nuwakot di Provinsi Bagmati, Nepal, yang diambil saat banjir dahsyat pada Rabu waktu setempat itu memang membuat takjub. Verifikasi BBC dan Reuters Connect memastikan rumah tersebut mampu menahan arus bah cukup lama sehingga setidaknya tiga anggota keluarga selamat hingga tim penyelamat tiba.

Kisah bertahan hidup yang luar biasa ini dengan cepat memunculkan pertanyaan di dunia maya: Mengapa rumah ini bisa selamat?

Lebih dari sekadar keberuntungan

Penjelasan teknis yang beredar setelah rekaman itu viral menunjukkan bahwa jawabannya sebagian terletak pada cara bangunan itu dikonstruksi dan pada lokasi tempatnya berdiri.

Berbeda dengan rumah-rumah batu bata tradisional yang biasa ditemukan di lembah-lembah Himalaya, bangunan hijau tersebut dibangun dengan rangka beton bertulang, menurut analisis dari Architecture Presentation yang dikutip NDTV.

Perbedaan itu sangatlah penting ketika sebuah bangunan dihantam dari sisi samping. Struktur bata biasa mungkin mampu menahan beban yang cukup besar secara vertikal, tapi gaya menyamping atau lateral yang dihasilkan oleh air, lumpur, dan puing-puing yang bergerak cepat dapat menyebabkan dinding jebol.

Rumah hijau itu tampaknya memiliki rangka struktur yang dirancang untuk merespons beban dengan cara yang berbeda. "Tulangan baja yang bersinambungan mengikat kolom, balok, dan fondasi menjadi satu kerangka kaku yang utuh," sebut analisis Architecture Presentation.

Alih-alih masing-masing dinding menerima hantaman penuh, rangka bertulang tersebut dapat menyerap sebagian gaya lateral dan menyalurkannya melalui struktur menuju fondasi.

Sederhananya, dikutip detikINET dari Daily Star, rumah tersebut lebih mampu merespons hantaman sebagai satu kesatuan unit daripada sekumpulan dinding yang bisa didorong hingga terpisah.

Namun, keberadaan beton dan baja saja mungkin belum cukup menjelaskan keselamatannya. Bangunan tersebut tampaknya juga diuntungkan oleh posisinya.

Aliran puing tidak menyalurkan daya hancur secara merata. Alur terdalamnya dapat membawa bebatuan terbesar dan material terberat yang efektif mengubah banjir menjadi massa bergerak yang mampu meluluhlantakkan struktur di jalurnya.

Rumah hijau itu berdiri sedikit menjauh dari alur utama dan berada di atas tanah yang sedikit lebih tinggi. Bentuknya yang relatif ringkas juga memungkinkan arus bah terpecah dan mengalir mengelilingi kedua sisinya.

Saat lumpur dan puing-puing menumpuk di sekitar bangunan, endapan tersebut mungkin membentuk semacam tanjakan alami dan membantu mengalihkan gelombang susulan agar menjauh dari rumah itu.

Dengan kata lain, ini adalah kombinasi struktur yang relatif kuat berdiri di lokasi yang relatif menguntungkan, sementara kekuatan destruktif dahsyat melintas di sekelilingnya.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Banjir Bandang Nepal-2 Kali Praperadilan Febrie Ditolak"

(fyk/rns)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork