Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Niat Mulia Berujung Ironi: Donasi Jenazah Suami Berakhir di Uji Militer

Niat Mulia Berujung Ironi: Donasi Jenazah Suami Berakhir di Uji Militer


Aisyah Kamaliah - detikInet

Jill mendonasikan tubuh mendiang suaminya. Alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui jenazah sang suami malah digunakan untuk uji coba militer.
Jill mendonasikan tubuh mendiang suaminya. Alangkah terkejutnya ia ketika mengetahui jenazah sang suami malah digunakan untuk uji coba militer. Foto: CBS
Jakarta -

Ketika Steve Hansen meninggal dunia pada 2012, sang istri Jill percaya bahwa mendonasikan tubuh jenazahnya untuk sains akan memberikan makna spesial.

Selama hidup, Steve berjuang melawan sirosis hati dan sempat berkeinginan menjadi pendonor organ, namun dokter memutuskan bahwa organ tubuhnya tidak cukup sehat untuk transplantasi. Kendati demikian, jenazahnya masih bisa berkontribusi pada dunia medis melalui penelitian.

Jill berharap mendiang suaminya dapat membantu para dokter memajukan metode pengobatan untuk ketergantungan alkohol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Saya membayangkan dia berada di suatu fasilitas medis," ujarnya kepada media setempat.

Akan tetapi kenyataannya, jenazah Steve justru diserahkan kepada pihak swasta penyalur jenazah di Arizona, dijual ke Departemen Pertahanan tanpa persetujuan Jill. Bahkan harus diledakkan demi uji coba militer.

"Mereka secara spesifik mengatakan kepada saya bahwa suami saya telah digunakan sebagai boneka uji tabrak," kenang Jill.

Dikutip dari Bored Panda, pada Desember 2012, jenazah Steve dikirim ke Biological Resource Center (BRC) yang berbasis di Phoenix. Fasilitas ini dikelola seorang laki-laki bernama Stephen Gore dan memosisikan dirinya sebagai penyedia layanan yang menghubungkan jenazah hasil donasi dengan kebutuhan pendidikan medis serta penelitian ilmiah.

Menurut laporan yang ada, izin yang diberikan Jill tidak mencakup penggunaan jenazah untuk pengujian militer.

Namun malahan, suatu waktu sebelum tahun 2014, BRC menjual jenazah Steve kepada Departemen Pertahanan. Rincian teknis yang pasti mengenai bagian tubuh mana yang digunakan, lokasi pengujian, serta tanggal pelaksanaannya tidak pernah diungkapkan kepada publik.

Kenyataan yang akhirnya diketahui Jill sangat jauh berbeda dari bayangannya mengenai penelitian medis. Tanpa sepengetahuan atau izinnya, jenazah Steve digunakan sebagai pengganti tubuh manusia dalam penelitian yang bertujuan memahami dampak ledakan terhadap tentara di kendaraan militer yang terkena perangkat peledak.

Angkatan Darat saat itu meneliti dampak ledakan dari bawah kendaraan karena boneka uji tabrak otomotif konvensional tidak dapat secara akurat mereplikasi seluruh jenis cedera yang timbul saat gelombang ledakan merambat ke atas menembus badan kendaraan militer.

"Saya sangat terpukul. Saya tidak akan pernah mengizinkannya jika saya tahu hal itu akan terjadi. Saya terus-menerus meminta maaf kepadanya," akunya.

Jill tidak sendirian dalam penderitaannya. Para penyelidik federal sedang mengusut praktik perdagangan sisa-sisa jenazah manusia yang sebagian besar tersembunyi.

Penyelidikan yang pada akhirnya mengarah ke BRC bermula sejak tahun 2011, ketika pihak berwenang menemukan seorang perantara jenazah bernama Arthur Rathburn, yang menjalankan perusahaan International Biological Inc. di wilayah Detroit.

Agen federal berulang kali mendapati Rathburn mengangkut kepala melintasi batas wilayah, dan para penyelidik akhirnya melacak pergerakan sisa-sisa jenazah tersebut melalui jaringan perantara yang mencakup BRC. Tetapi, minimnya regulasi membuat bisnis semacam itu sulit diawasi.

Transplantasi organ diatur secara ketat oleh hukum federal, namun jenazah utuh dan bagian-bagian tubuh yang digunakan untuk tujuan pendidikan serta penelitian non-transplantasi secara historis berada di bawah sistem yang berbeda.

Para perantara dapat menerima jenazah yang didonasikan, membedahnya, dan mendistribusikan bagian-bagian tubuh ke universitas, produsen perangkat medis, program pelatihan, perusahaan swasta, dan peneliti pemerintah. Menurut CBS, sekitar 20.000 warga Amerika mendonasikan jenazah mereka untuk kepentingan sains tiap tahun.



(ask/ask)




Hide Ads