Ukraina belum lama ini meluncurkan ratusan drone ke Moskow pada malam hari. Serangan dilaporkan wali kota ibu kota Rusia tersebut, Sergeu Sobyanin, yang menyebutnya sebagai salah satu serangan jarak jauh Ukraina terbesar di wilayah Moskow semenjak perang dimulai.
Dalam serangan pada Selasa malam dan berlanjut hingga Rabu pagi, 637 drone Ukraina diluncurkan ke Moskow. Pejabat Rusia mengklaim setidaknya 180 ditembak jatuh di Moskow, sementara lebih dari 150 lainnya dicegat di berbagai titik lain.
Sebuah gedung bertingkat dan gudang milik Wildberries, ritel online terbesar di Rusia, dilalap api di Moskow. Menurut Kemenhan Ukraina, mereka mengintensifkan serangan terhadap pabrik dan gudang Wildberries sebulan terakhir, serta melumpuhkan tujuh dari 10 fasilitas logistik terbesar milik perusahaan tersebut.
Dikutip detikINET dari CBS, belum ada laporan korban jiwa dari serangan udara Ukraina, tapi pihak berwenang mengatakan ada beberapa warga luka-luka.
Sekitar 60% drone Ukraina diproduksi satu perusahaan domestik: Fire Point yang dipimpin Iryna Terekh, arsitek yang beralih profesi dan menggunakan keahlian desainnya untuk merakit senjata. Ratusan pekerja merangkai drone tersebut di pabrik Fire Point, yang umumnya dikerjakan manual.
Meskipun Ukraina merakit sendiri sebagian besar drone tempurnya, pejabat Rusia menyatakan puing-puing yang ditemukan di negaranya menunjukkan ada drone buatan Inggris yang ditembak jatuh.
"Laporan yang menyatakan rezim Kiev menggunakan drone Inggris untuk melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia mengonfirmasi London sengaja memilih eskalasi krisis Ukraina, sembari berbuat munafik dengan mengutarakan keinginan untuk berdamai," ungkap Kedutaan Besar Rusia di London.
"Semakin dalam keterlibatannya dalam konflik ini dan semakin besar dukungannya terhadap mesin teroris Kiev, makin mahal pula harga yang harus mereka bayar," tambahnya.
Sunday Times menduga bahwa drone Nyan buatan anak perusahaan BAE Systems, Callen-Lenz, dan sebuah perusahaan kedua yang namanya dirahasiakan, telah digunakan Ukraina. Drone ini dilaporkan menyerang fasilitas kilang minyak di Volgograd dan Yaroslavl, dekat Moskow.
Drone Nyan
Nyan dideskripsikan perangkat satu arah, yakni pesawat yang membawa bahan peledak ke sasaran dan hancur bersamaan dengan tuntasnya misi. Bentang sayapnya 2,9 meter dengan berat setidaknya 75 kg saat terisi penuh, dan mampu membawa muatan sekitar 20 kg.
Mesin turbin gas tunggalnya mampu melesat dengan kecepatan jelajah sekitar 222 km/jam, sementara jangkauan terbangnya diklaim mencapai lebih dari 250 km, bergantung bahan bakar dan misinya.
Jarak tempuhnya membuat target di area Rusia bisa diserang dari area yang dikuasai Ukraina. Drone ini diluncurkan dari semacam ketapel sehingga memungkinkannya beroperasi tanpa landasan atau lapangan terbang khusus.
Nyan penampang radarnya rendah dan bisa dioperasikan di kawasan di mana navigasi satelit tidak tersedia atau diblokir. Angkatan Darat Inggris telah mengujinya pada Latihan Spring Storm di Estonia Mei lalu sebagai bagian dari kemampuan serangan jarak jauh Inggris untuk mendukung sekutu NATO.
Chief Executive Callen-Lenz, Matt Foster, mengatakan lebih dari 1.000 unit Nyan diproduksi dan mendeskripsikan sistem ini sudah terbukti secara operasional di medan darat.
Simak Video "Video: Bos Terra Drone Dituntut 2 Tahun di Kasus Kebakaran Tewaskan 22 Orang"
(fyk/fay)