Polemik perlintasan kapal tanker minyak di Selat Hormuz karena perang Iran dengan AS-Israel terus berlanjut. Iran menuntut tanker minyak yang ingin melewati Selat Hormuz untuk membayar tol dalam bentuk mata uang kripto.
Hamid Hosseini, juru bicara Serikat Buruh Eksportir Produk Minyak, Gas, dan Petrokimia Iran mengatakan kepada Financial Times bahwa Iran ingin memungut biaya tol dari setiap kapal tanker yang lewat dan memeriksa setiap kapal.
Hosseini mengatakan kapal tanker yang ingin melintasi Selat Hormuz harus mengirimkan email kepada otoritas Iran. Setelah itu Iran akan memberi tahu untuk membayar tol dalam bentuk mata uang kripto.
"Setelah email diterima dan Iran menyelesaikan perhitungannya, kapal-kapal akan diberi waktu beberapa detik untuk membayar dengan bitcoin, agar mereka tidak dapat dilacak atau disita karena sanksi," kata Hosseini, seperti dikutip dari Gizmodo, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan tarif yang dipatok adalah USD 1 per barel minyak. Kapal tanker yang muatannya kosong dapat melintas tanpa dipungut biaya.
Kabar ini mengikuti laporan Bloomberg sebelumnya yang menyatakan Iran mulai beralih ke kripto, tepatnya stablecoin seperti USDT dan USD1, untuk pembayaran seperti ini. Laporan terbaru dari FT menyebut bitcoin sebagai kripto pilihan secara spesifik.
Stablecoin seperti USDT memiliki backdoor yang memungkinkan pemblokiran pembayaran dan pembekuan aset, sementara bitcoin tidak memiliki penerbit terpusat atau pemroses pihak ketiga sehingga lebih aman dari campur tangan pihak ketiga.
Nilai bitcoin juga melonjak dari USD 68.000 menjadi USD 72.000 setelah kabar Iran dan AS akan mencapai kesepakatan, dan terus naik setelah laporan dari FT tentang pembayaran tol Selat Hormuz.
Simak Video "Video: Detik-detik Serangan di Dekat TV Pemerintah Iran!"
(vmp/vmp)