Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Kaleidoskop Teknologi 2025
Desember: TikTok Dijual Hingga Atlet Esports Raih Medali SEA Games 2025
Kaleidoskop Teknologi 2025

Desember: TikTok Dijual Hingga Atlet Esports Raih Medali SEA Games 2025


Panji Saputro - detikInet

TikTok Sepakat Lepas Saham di AS, Ini Pihak Investor Utama
Desember: TikTok Dijual Hingga Atlet Esports Raih Medali SEA Games 2025 Foto: DW (News)
Daftar Isi
Jakarta -

Jelang pergantian tahun 2025, serangkai peristiwa hadir pada Desember untuk mengantar kepergiannya. Beragam emosi timbol dari setiap kabar yang beredar pada bulan ke-12 ini.

Mungkin, beberapa di antaranya sudah kalian dengar, seperti arsitek kecerdasaan buatan (AI) yang meraih penghargaan, InfraNexia dari Telkom, prestasi atlet esports Indonesia di SEA Games 2025, hingga TikTok dijual separuh agar dapat beroperasi di Amerika Serikat (AS).

Untuk informasi lengkapnya bisa simak penjelasan berikut, berdasarkan catatan detikINET, Rabu (31/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Arsitek AI Jadi Person of the Year

Ilustrasi membuat lagu pakai AI.Ilustrasi AI. Foto: Gemini AI

Para arsitek AI dinobatkan sebagai Person of the Year 2025 oleh TIME. Majalah ini menyebut 2025 sebagai panggung bagi kehadiran AI, yang ke depannya akan semakin berkembang.

"Karena telah menghadirkan era mesin berpikir, karena telah memukau dan mengkhawatirkan umat manusia, karena telah mengubah masa kini dan melampaui hal yang mungkin, para Arsitek AI adalah 2025 Person of the Year versi TIME," tulis TIME dikutip dari pbs.

ADVERTISEMENT

TIME sengaja memilih orang dibalik layarnya yang diangkat, maksudnya individu-individu yang membayangkan, merancang, dan membangun AI, daripada teknologinya itu sendiri.

Sejumlah tokoh yang disebut oleh TIME di antaranya CEO Meta Mark Zuckerberg, CEO AMD Lisa Su, xAI Elon Musk, Presiden dan CEO Nvidia Jensen Huang, CEO OpenAI Sam Altman, CEO DeepMind Technologies Demis Hassabis, CEO Anthropic Dario Amodei, dan Co-Direktur Institut AI Fei-Fei Li.

2. InfraNexia dari Telkom Meluncur

Telkom resmi menekan penandatangan akta pemisahan aset fiber tahap pertama ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau yang dikenal dengan Infranexia.Telkom resmi menekan penandatangan akta pemisahan aset fiber tahap pertama ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau yang dikenal dengan Infranexia. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Telkom memperoleh persetujuan pemegang saham terkait pemisahan (spin-off) sebagian bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity kepada entitas baru, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau dikenal dengan nama InfraNexia.

Aksi korporasi ini tergolong sebagai transaksi afiliasi sesuai Peraturan OJK No. 42/2020, sehingga mensyaratkan persetujuan pemegang saham independen. Dalam pelaksanaannya, RUPSLB telah memenuhi kuorum dan keputusan disetujui mayoritas pemegang saham independen.

Melalui InfraNexia, Telkom akan fokus pada pengembangan bisnis infrastruktur fiber, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi operasional dan investasi. Entitas ini juga membuka peluang network sharing serta kemitraan strategis, guna mengoptimalkan nilai aset infrastruktur digital.

Pada fase spin-off pertama, InfraNexia akan menguasai lebih dari 50% total infrastruktur jaringan fiber Telkom, mencakup segmen access, aggregation, backbone, hingga infrastruktur pendukung lainnya. Sementara fase spin-off kedua ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2026, dengan total nilai aset yang diproyeksikan mencapai Rp 90 triliun.

Dengan potensi pasar yang besar dan ruang ekspansi yang luas di berbagai sektor yang membutuhkan konektivitas digital, InfraNexia diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung penyedia infrastruktur konektivitas utama di Indonesia.

3. Atlet Esports Indonesia Berprestasi di SEA Games 2025

Serangkaian pertandingan Mobile Legends di cabor esports SEA Games 2025 telah berakhir. Medali emasnya berhasil diboyong oleh Filipina dan Malaysia.Serangkaian pertandingan Mobile Legends di cabor esports SEA Games 2025 telah berakhir. Medali emasnya berhasil diboyong oleh Filipina dan Malaysia. Foto: YouTube MPL Indonesia

Timnas Esports Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang di SEA Games 2025. Para atlet berhasil menyumbang sejumlah medali untuk Tanah Air.

Dari lima nomor pertandingan yang ada di cabor esports, Indonesia mengirimkan atletnya di game Mobile Legends, FC Online, Free Fire, dan Magic Chess Go Go (laga eksibisi).

Indonesia mengirim dua tim di game Free Fire dan Mobile Legends (Men & Women), lalu satu tim berisi tiga atlet di FC Online, dan satu tim beranggotakan dua atlet di Magic Chess Go Go.

Berikut perolehan medali Timnas Esports Indonesia di SEA Games 2025.

  • FC Online: perunggu
  • Mobile Legends Men: perunggu
  • Mobile Legends Women: perunggu
  • Free Fire 2: perak
  • Free Fire 1: perunggu
  • Magic Chess Go Go (eksibisi): perunggu

4. TikTok Dijual Separuh Agar Bisa Beroperasi di AS

TikTok Sepakat Lepas Saham di AS, Ini Pihak Investor UtamaTikTok Sepakat Lepas Saham di AS, Ini Pihak Investor Utama Foto: DW (News)

Pemilik TikTok menyerah dengan ancaman blokir di Amerika Serikat. Pemiliknya setuju untuk menjual separuh TikTok di Negeri Paman Sam itu.

ByteDance, pemilik TikTok, telah mencapai kesepakatan untuk perikatan joint venture. Hal ini menjadi syarat agar platform mereka tetap bisa beroperasi di AS.

Separuh dari joint venture ini akan dimiliki oleh grup investor yang terdiri dari Oracle, Silver Lake, dan firma investasi dari Abu Dhabi, yakni MGX. Hal tersebut terungkap dalam memo dari CEO TikTok, Shou Zi Chew.

Deal bisnis ini akan dituntaskan pada 22 Januari 2026. Hal ini akan jadi babak penutup dari upaya Gedung Putih memaksa ByteDance menjual operasional mereka di Amerika, dengan tuduhan ancaman keamanan.

Dalam kesepakatan bisnis ini, ByteDance tetap memiliki 19,9% saham. Oracle, Silver Lake, dan MGX masing-masing 15%. Sisa 30,1% kepemilikan adalah afiliasi dari investor ByteDance yang ada selama ini.

Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan Oracle akan melisensikan rekomendasi algoritma sebagai bagian dari kesepakatan. Perlu diketahui, Oracle adalah perusahaan yang sejarahnya ikut didirikan oleh Donald Trump dan dengan dukungan Larry Ellison.




(hps/afr)







Hide Ads
LIVE