×
Ad

Agustus: Pro Kontra Bendera One Piece, Perangkat Starlink Dilarang, hingga Live TikTok Dimatikan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 30 Des 2025 16:42 WIB
Foto: Pendemo 25 agustus 2025 di depan Gedung DPR kibarkan bendera One Piece. (Devi/detikcom)
Jakarta -

Berbagai peristiwa terjadi sepanjang Agustus 2025, khususnya yang bersinggungan dengan teknologi dan ruang digital, dan langsung menjadi bahan perbincangan hangat warganet. Isu-isu tersebut menyebar cepat lewat media sosial, memantik pro dan kontra, sekaligus menunjukkan kuatnya pengaruh platform digital dalam membentuk opini publik.

Mulai dari polemik pengibaran bendera One Piece menjelang HUT ke-80 RI yang ramai diperdebatkan di media sosial. Kemudian perangkat jelajah Starlink yang sempat dilarang pemerintah sampai heboh film animasi Merah Putih : One For All.

Pro Kontra Bendera One Piece Jelang HUT RI

Fenomena pengibaran bendera One Piece jelang HUT ke-80 RI sampai bikin heboh di jagat maya. Netizen ada yang pro dan kontra, semua punya alasan mendalam.

Bendera yang populer karena anime One Piece ini jadi disebut-sebut jadi pilihan sebagian orang untuk dipasang saat hari kemerdekaan RI. Reaksi netizen Indonesia bermacam-macam. Banyak yang merepost foto atau video pemasangan bendera bajak laut One Piece di berbagai tempat di Indonesia.

Sebagian netizen yang pro sepakat kalau bendera ini adalah simbol protes dan kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Mereka bilang tetap cinta Indonesia, namun perlu ada yang dikritik dari pemerintah. Netizen menyindir balik para politisi DPR yang memprotes bendera ini.

Bendera One Piece berkibar di kawasan Mulyorejo, Surabaya Foto: Aprilia Devi/detikJatim

Perangkat Jelajah Starlink Dilarang Dijual

Di bulan ini juga, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menerbitkan kembali hak labuh (landing right) kepada Starlink di wilayah Indonesia setelah sebelumnya layanan internet berbasis satelit itu setop tambah pelanggan baru. Komdigi pun memberi peringatan tegas kepada Starlink untuk tidak berjualan perangkat jelajah saat itu.

Dirjen Infrastruktur Kementerian Komdigi, Wayan Toni Supriyanto mengungkapkan kepada Starlink Services Indonesia untuk tidak memperjualbelikan perangkat jelajah serupa modem kepada pelanggan. Sebab, itu bagian dari komitmen satelit kepunyaan Elon Musk jika mau beroperasi di Indonesia.

"Kami setiap saat melihat komitmen-komitmen dia, misalnya (perangkat) jelajah kan nggak boleh. Jelajah itu maksudnya ditaruh di mobil, terus mobilnya bergerak dan bisa pakai WiFi di mobil pakai Starlink itu nggak boleh, kecuali di kapal laut itu kita izinkan selama kapal bergerak selama tujuh hari itu boleh," tutur Wayan.

Sebab, jika perangkat tersebut tidak statis melainkan bergerak, maka izinnya yang diajukan Starlink sebelumnya menjadi tidak sesuai. Sehingga Komdigi memberikan peringatan tegas terkait penjualan perangkat jelajah Starlink di Tanah Air.

Survei Pengguna Internet Indonesia oleh APJII

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengumumkan jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2025 mencapai 229.428.417 jiwa dari total populasi 284.430.900 jiwa Indonesia.

Jumlah pengguna internet tersebut setara dengan penetrasi internet Indonesia sebesar 80,66%. Dibandingkan laporan serupa sebelumnya, ada pertumbuh jumlah pengguna internet Indonesia cukup tipis, yakni 1,16%.

Kendati ada peningkatan, APJII menemukan masih ada kesenjangan akses internet. Pulau Jawa masih menyumbang kontribusi terbesar, dan Maluku & Papua jadi paling kecil.

"Berdasarkan pulau-pulau yang ada di Indonesia, kita ambil lima pulau besar. Tentunya, Jawa masih nomor satu karena masyarakat kita juga masih paling banyak di Indonesia mengambil porsi 58% pengguna internet ada di Pulau Jawa," ujar Ketua APJII Muhammad Arif di dalam Peluncuran Profil Internet Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025).

Ketua APJII Muhammad Arif dalam Peluncuran Profil Internet Indonesia 2025 di Jakarta, Rabu (6/8/2025) Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET

Temuan Baru: Manusia Hobbit Diduga Dari Sulawesi

Studi terbaru menduga bahwa manusia purba Hobbit yang ditemukan di Pulau Flores sebenarnya berasal dari Sulawesi. Para peneliti menemukan bukti hunian hominin di sana hingga 1,5 juta tahun yang lalu.

Saat ini belum jelas spesies leluhur mana yang hadir di pulau Indonesia pada titik awal sejarah, tetapi perjalanan dari daratan Asia Tenggara ke Sulawesi mungkin adalah bukti pertama manusia menyeberangi lautan.

Sudah diketahui umum bahwa hominin Pleistosen berlayar melalui kepulauan Wallacea, dengan artefak di Flores yang berasal dari 1,02 juta tahun yang lalu. Fosil-fosil Homo floresiensis yang mungil juga telah ditemukan, sementara spesies mungil serupa yang disebut Homo luzonensis meninggalkan sisa-sisanya di Pulau Luzon di dekatnya.

"Kami selalu menduga bahwa Hobbit asli sebenarnya berasal dari Sulawesi," kata Dr Adam Brumm dari Griffith University kepada IFLScience dilansir Jumat (8/8/2025).

Dia menambahkan bahwa ia dan rekannya, Budianto Hakim, telah menghabiskan waktu puluhan tahun mencari bukti bahwa manusia telah mencapai pulau itu sebelum mereka tiba di Flores. Akan tetapi, hingga sekian lama, belum pernah ada yang menemukan perkakas batu di Sulawesi yang berusia lebih dari 194.000 tahun.

Game Online Roblox Sempat Akan Diblokir

Di bulan ini, game online Roblox jadi sorotan dan menunai pro kontra di dunia maya. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sempat menyatakan pelarangan terhadap game tersebut karena mengandung konten kekerasan yang bisa mempengaruhi anak-anak.

Desakan pemblokiran terhadap Roblox terus mengalir di media sosial. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid juga meminta pengembang gim Roblox untuk memperbaiki sistem dalam platformnya agar sesuai dengan aturan perlindungan anak yang berlaku di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menkomdigi saat melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan Roblox Asia Pasifik di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Kami menekankan pentingnya menghormati dan menjalankan aturan perlindungan anak yang berlaku di sini," ujar Meutya dikutip dari pernyataan tertulisnya, Kamis (14/8/2025).




(agt/rns)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork