Drone Buatannya Hantam Konvoi Rusia, Turki Angkat Bicara

ADVERTISEMENT

Drone Buatannya Hantam Konvoi Rusia, Turki Angkat Bicara

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 06 Mar 2022 05:45 WIB
Bayraktar TB2
Bayraktar TB2. Foto: Wikipedia
Jakarta -

Drone Bayraktar TB2 yang tergolong cukup canggih, diandalkan oleh Ukraina dan berhasil menghancurkan beberapa konvoi militer Rusia yang menginvasi negaranya. Pemerintah Turki pun angkat bicara soal itu.

Deputi Perdana Menteri Turki, Yavuz Selim Kiran, menyatakan bahwa drone itu bukan bantuan Turki untuk Ukraina melainkan pihak Ukraina membelinya dari perusahaan Turki. Nama perusahaan itu adalah Baykar.

Beberapa waktu lalu, Turki dan Ukraina juga menyepakati produksi Bayraktar TB2 bisa dilakukan di Ukraina. Namun demikian, dengan pernyataan sang pejabat, Turki sepertinya ingin menegaskan posisi mereka netral dan terbuka untuk negosiasi pembicaraan pada kedua belah pihak.

"Perusahaan industri pertahanan swasta bisa membuat kesepakatan semacam itu dengan negara. Ini (drone) bukanlah bantuan dari Turki. Drone itu produk yang dibeli oleh Ukraina dari perusahaan Turki. Terlebih lagi, Ukraina bukan satu-satunya negara yang membeli Bayraktar TB2. Ada antrean untuk membelinya," sebut Kiran.

"Fakta bahwa (Bayraktar TB2) menonjol sebagai salah satu elemen pertahanan dari militer Ukraina benar-benar menunjukkan sukses dan kualitas dari produk yang dibuat oleh perusahaan kami. (Tapi) kami tidak akan kehilangan posisi untuk negosiasi dengan kedua belah pihak," tambahnya.

Turki sendiri sedang mengupayakan perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Adapun Ukraina sejauh ini telah membeli sekitar 20 drone Bayraktar TB2.

Di samping dengan Ukraina, Baykar telah sepakat untuk menjual Bayraktar TB2 ke negara-negara lain seperti Qatar, Polandia dan Azerbaijan. Negara lain juga menunjukkan minatnya.

Drone itu, meski jelas tidak secanggih drone militer Amerika Serikat seperti Reaper, tetap dianggap ampuh dengan berbagai macam kelebihannya.

Halaman selanjutnya, teknologi drone Bayraktar TB2>>>

Saksikan juga: Asal Usul Penomoran Kode Pos Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



Terbang perdana pada tahun 2014, Bayraktar TB2 semakin mumpuni kemampuannya. Ia dapat membawa persenjataan sampai 150 kilogram dan melancarkan serangan terhadap tank ataupun bunker lawan.

Panjang drone ini 6,5 meter dan bentang sayapnya mencapai 12 meter. Selain menyerang musuh, Bayraktar TB2 bisa pula dimanfaatkan untuk misi pengintaian dari udara. Ia bisa terbang selama 24 sampai 25 jam di ketinggian maksimum 7.300 meter baik pada saat siang maupun malam hari.

Militer Turki sendiri sudah sering memakai Bayraktar TB2, antara lain untuk membantu mereka dalam melawan kaum militan di negaranya. Drone ini juga dilaporkan sukses besar saat menghancurkan 73 kendaraan perang di Suriah.

Beberapa waktu lalu, Ukraina dan Turki telah sepakat untuk mengembangkan produksi drone itu di Ukraina. Biaya pembuatannya sendiri senilai USD 5 juta per unitnya dan menjadi kebanggaan bagi Turki, di mana cukup banyak negara meminati dan memesannya.

(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT