Parag Agrawal, Anak Mumbai yang Kini CEO Twitter Pengganti Jack Dorsey

Parag Agrawal, Anak Mumbai yang Kini CEO Twitter Pengganti Jack Dorsey

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 30 Nov 2021 08:49 WIB
Jakarta -

Parag Agrawal akan menggantikan Jack Dorsey sebagai CEO Twitter setelah mengumumkan pengunduran dirinya. Siapakah sosok yang sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Twitter?

Agrawal sosok yang kurang dikenal. Namun dia bukanlah orang baru di Twitter, sudah satu dekade dia berkarier di perusahaan media sosial berikon burung biru itu.

Bergabung pada Oktober 2011, Agrawal menangani produk iklan. Kariernya begitu cemerlang, hingga pada Oktober 2017 dia diangkat sebagai CTO Twitter.

Agrawal merupakan lulusan jurusan Cumputer Science and Engineering di Indian Institute of Technology, Mumbai, India. Dia kemudian pindah ke Amerika Serikat guna mengambil gelar PhD dalam bidang filsafat dan ilmu komputer di Stanford University pada 2005 - 2012.

Di 2006, pria berusia 37 tahun ini sempat bergabung ke Microsoft untuk penelitian singkat selama empat bulan. Dia tercatat pernah pula mengisi posisi peneliti di Yahoo dan AT&T.

Barulah di 2011 Agrawal menclok di Twitter, hanya beberapa bulan setelah Dorsey kembali sebagai CEO setelah dicopot dari posisi tersebut pada 2008. Selama 10 tahun ini, kiprahnya tidak main-main.

Di awal karier, dia menggarap proyek yang berkaitan dengan peningkatan relevansi tweet pengguna pada timeline dan pertumbuhan audiens. Gelar 'Engineer Terkemuka' disandangnya lantaran membuat terobosan yang berdampak pada pertumbuhan audiens.

Saat menjadi CTO, Agrawal fokus pada menskalakan machine learning dan menerapkan AI untuk mendeteksi akun bot serta memberi label konten yang berpotensi berbahaya.

Namun proyek besarnya adalah Bluesky. Ini adalah proyek yang didanai oleh Twitter yang bertujuan untuk menciptakan standar media sosial yang terdesantralisasi.

Keterlibatan Agrawal sendiri pada proyek tersebut dimulai pada 2019 silam. Sayangnya informasi seputar Bluesky masih langka.

Terlepas dari itu, berkat tangan dingin Agrawal, Twitter bisa mengatasi ragam masalah, mulai dari cropping pada preview foto hingga bug kata sandi pada 2018. Paling penting adalah moderasi.

Dalam wawancara dengan MIT Technology Review, Agrawal menekankan peran Twitter adalah membangun tempat yang sehat untuk bercakap-cakap secara online, meski mungkin mengorbankan orang untuk mengatakan apa pun yang mereka inginkan.

"Peran kami tidak terikat oleh Amandemen Pertama, tetapi peran kami adalah melayani percakapan publik yang sehat," katanya.

Dan upaya moderasi ini pula yang akan menjadi tantangan Agrawal sebagai CEO Twitter. Ini sudah terlihat begitu dia diumumkan, kritikan langsung dihujamkan kepadanya, salah satunya dari Partai Republik.

(afr/afr)