Canggih! RSUI Pakai Teknologi Kecerdasan Buatan

ADVERTISEMENT

Canggih! RSUI Pakai Teknologi Kecerdasan Buatan

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 08 Nov 2021 14:50 WIB
RSUI Depok
Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth
Jakarta -

Layanan kesehatan menjadi sorotan ketika pandemi merebak. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi solusi meningkatkan pelayanan terhadap pasien.

Riset Cardinal Health Survey tentang supply chain RS menyebutkan 65% responden mengaku mengalami kejadian dokter harus terpaksa menunda prosedur operasi. Hal itu dikarenakan ketidaktersediaan obat dan/atau alat medis yang dibutuhkan, sebab sistem purchasing kurang optimal.

Selain itu, persoalan yang dihadapi RS saat ini, arus kas RS dipengaruhi perputaran stok obat-obatan dan peralatan medis.

"Semakin cepat perputaran stok, semakin lancar arus kas RS. Namun, sering kali purchasing RS melakukan proyeksi kebutuhan obat-obatan dan peralatan medis berdasarkan analisis statis, bukan analisis dinamik," ujar Founder dan CEO Arogya.ai, Victor Fungkong, dalam siaran persnya, Senin (8/11/2021).

Sebagai informasi, Arogya.ai adalah perusahaan lokal yang memiliki fokus di bidang. teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan.

"Akibatnya, proyeksinya kurang akurat dan mengakibatkan overstock/understock. Dengan sistem order dan invetory management berbasis AI, manajemen RS sangat dibantu untuk dapat membuat keputusan pemesanan dan pembelian stok obat-obatan, serta peralatan medis dengan akurat," tuturnya.

Arogya.ai bekerjasama dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Ikatan Alumni UI (ILUNI UI) akan pemanfaatan teknologi AI di rumah sakit.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara RSUI, ILUNI UI, dan PT Arogya Mitra Sejati dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di rumah sakit.Penandatanganan perjanjian kerja sama antara RSUI, ILUNI UI, dan PT Arogya Mitra Sejati dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) di rumah sakit. Foto: Arogya.ai

"Arogya hadir memberikan solusi untuk membantu optimalisasi management supply chain layanan kesehatan di Indonesia. Order manager, inventory manager, dan h-commerce yang diciptakan Arogya merupakan AI supply chain layanan kesehatan pertama di Indonesia dan diciptakan di Indonesia untuk layanan yang lebih baik," kata Victor.

Menurut Dirut RSUI Astuti Giantini mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi dinilai penting untuk mendukung manajemen RS dalam meningkatkan layanan kesehatan.

Teknologi AI diharapkan dapat menghadirkan sistem yang terintegrasi dan lebih efisien dari sebelumnya, mulai dari supply chain hingga administrasi, sehingga teknologi tersebut dapat menekan biaya operasional yang lebih besar.

"Dukungan ini tidak hanya untuk masa pandemi, tapi berlanjut hingga masa pos-pandemic. Untuk itu, kami sangat mengapresiasi hadirnya inovasi pemanfaatan teknologi AI di RSUI," ungkap Astuti.

Sementara itu, ILUNI UI berharap kerja sama pemanfaatan teknologi AI tersebut dapat menjadi legacy di dunia kesehatan, meski bukan kali pertama. Sebelumnya, ILUNI UI juga memberikan dukungan dalam inovasi kesehatan, seperti disinfektan udara berbasis UVC dan ventilator.



Simak Video "Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT