Instagram Ketakutan Ditinggal Pengguna Remaja

Instagram Ketakutan Ditinggal Pengguna Remaja

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 18 Okt 2021 22:37 WIB
Istanbul, Turkey - December 15, 2018: Person holding a brand new Apple iPhone X with Instagram profile on the screen. Instagram is an online mobile social networking service, launched in October 2010.
Foto: iStock
Jakarta -

Instagram ternyata pernah begitu ketakutan kehilangan pengguna remajanya, dan mereka memutuskan untuk banyak beriklan agar bisa menggaet segmen itu kembali.

Hal ini terungkap dari sebuah laporan New York Post yang berdasarkan pada sumber anonim dan dokumen internal Instagram, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Senin (18/10/2021).

"Jika kita gagal mempertahankan remaja di AS maka kita akan kehilangan jaringan," tulis Instagram dalam memo tersebut.

Facebook sendiri sebagai pemilik Instagram mendapat pemberitaan negatif baru-baru ini. Yaitu setelah seorang mantan engineer produk mereka yang bernama Frances Haugen membocorkan dokumen rahasianya ke Wall Street Journal.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan kalau para peneliti di Facebook menemukan kalau Instagram punya dampak negatif terhadap remaja. Terutama remaja perempuan yang bisa menjadi depresi, punya kecemasan berlebih, dan dan bermacam masalah lain akibat menggunakan Instagram.

Haugen bahkan dipanggil DPR AS dan dalam testimoninya ia dengan gamblang menyatakan kalau produk yang ditawarkan Facebook berbahaya untuk anak-anak, melemahkan demorasi, dan lainnya.

Namun menurut Facebook, hasil laporan tersebut dipersepsikan di luar konteksnya. Menurut mereka, laporan tersebut malah menunjukkan kalau remaja bisa mendapat keuntungan dengan menggunakan Instagram.

Sejak 2018, mayoritas pengeluaran Instagram untuk pemasaran memang difokuskan untuk menggaet pengguna remaja. Untuk 2021 ini dana yang mereka siapkan adalah 390 juta, meski menurut juru bicara Facebook, informasi terkait fokus ke remaja itu tidaklah tepat.

"Meski tidak benar bahwa kami memfokuskan semua dana marketing untuk remaja, kami berulang kali menyatakan kalau remaja adalah salah satu komunitas terpenting kami karena mereka adalah pembuat tren," ujar juru bicara Facebook.

Namun dalam laporan NYT, memfokuskan dana untuk pemasaran ke kelompok umur tertentu seperti yang dilakukan Facebook itu bukanlah hal yang lazim dilakukan.



Simak Video "WhatsApp-Instagram-Facebook Tumbang!"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)