Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet Dulu Hidupnya Susah

Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet Dulu Hidupnya Susah

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 28 Sep 2021 12:01 WIB
MOUNTAIN VIEW, CA - MAY 18:  Google CEO Sundar Pichai speaks during Google I/O 2016 at Shoreline Amphitheatre on May 19, 2016 in Mountain View, California. The annual Google I/O conference is runs through May 20.  (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Sundar Pichai, CEO Google dan Alphabet Dulu Hidupnya Susah (Foto: GettyImages)
Jakarta -

CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai adalah sosok di balik kesuksesan Google yang kini berusia 23 tahun. Siapa sangka dulu hidupnya susah.

Pichai bukan lahir dari keluarga kaya, bahkan dia tidak lahir di Amerika. Tidak seperti Bill Gates yang ayahnya pengacara sukses, atau Mark Zuckerberg yang ayahnya dokter gigi dan ibunya psikiater.

Pichai lahir di Madras, India pada 10 Juni 1972. Bapaknya insinyur dan ibunya stenografer. Rumah mereka cuma sebuah apartemen sederhana dengan 2 kamar, Sundar tidurnya di ruang tamu.

"Kami tidur di ruang tamu, saya selalu menyimpan satu botol air di samping tempat saya tidur," kata dia dikutip dari India Today, Selasa (28/9/2021).

Kunci sukses Sundar Pichai adalah mau belajar, terus berusaha dan banyak membaca. Dalam wawancara dengan New York Times, Pichai menceritakan sejak kecil dirinya sangat suka membaca.

"Saya membaca apapun yang bisa dibaca. Seperti buku cerita karya Dickens, sampai membaca buku dengan itu Anda tak akan pernah merasa kekurangan apapun," jelas dia.

Dibilang langsung sukses juga nyatanya tidak, hidupnya penuh perjuangan. Pichai kuliah di Institut Teknologi India di Kharagpur. Dia Pichai lulus kuliah dengan nilai C untuk skripsinya. Namun dia mengejar mimpi dan berani pergi ke Amerika Serikat dan bekerja di McKinsey dan bergabung dengan Google pada 2004.

Saat kuliah itu Pichai berjumpa dengan Anjali yang kuliah teknik kimia, yang lalu menjadi istrinya. Pasangan ini memiliki 2 anak. Namun pada awal karir Pichai, dia sempat berpisah lama dengan Anjali karena tidak bisa langsung ikut ke Amerika karena keterbatasan biaya.

Barulah Pichai bersinar di Google. Dia sukses dengan proyek Chrome. Pichai dan timnya berperan penting untuk menciptakan Chrome dan menjadikan Chrome sebagai peramban paling banyak digunakan di dunia.

Sundar Pichai juga sukses mengembangkan Chrome OS, Gmail, Google Maps dan Google Drive. Tahun 2013, Pichai menggantikan Andy Rubin -yang jadi CEO Microsoft- untuk mengembangkan Android.

Keberhasilan tersebut membuat Pichai diberikan lebih banyak tanggung jawab. Kemampuan kepimpinan dan cara bekerja Pichai tak diragukan karena itulah ia diberikan posisi penting di Google.

Pelan-pelan, Pichai mendapat kepercayaan dari 2 pendiri Google yaitu Larry Page dan Sergey Brin. Mereka memuji Pichai sebagai orang yang paling memahami Page untuk menjalankan visi di perusahaan. Mereka mengatakan Sundar memiliki kerendahan hati dan keinginan memahami teknologi yang tinggi. Pichai bekerja di Google selama 15 tahun.

Page menyampaikan jika Pichai merupakan orang yang paling bisa diandalkan dan tak ada yang lebih baik dari dia untuk memimpin Google dan Alphabet di masa depan. Pada tahun 2013 Pichai jadi CEO Google dan lalu pada 2019 dia juga menjadi CEO Alphabet.

Saat terpilih menjadi penerus Page dan Brin, Pichai menulis surat jika ia tak akan mengubah pola bisnis yang sudah ada sebelumnya. Pichai menyebut transisi kepemimpinan ini tak akan lagi mempengaruhi struktur Alphabet atau pekerjaan yang sudah dilakukan sebelumnya.

"Saya akan fokus pada Google dan yang kami lakukan adalah membangun Google yang bermanfaat untuk semua orang," jelasnya.

Pilihan Page dan Brin tidak salah, Sundar Pichai kini membawa Google menjadi perusahaan teknologi kelas dunia yang semakin berpengaruh. Siapa sangka seorang bocah yang hidup sederhana di Madras menjadi pimpinan perusahaan internasional.



Simak Video "Refleksi Google di Ulang Tahun ke-23"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)