Program 9 In 9 Tokopedia untuk Penuhi Talenta Digital Indonesia

Program 9 In 9 Tokopedia untuk Penuhi Talenta Digital Indonesia

Nurcholis Maarif - detikInet
Sabtu, 25 Sep 2021 21:18 WIB
Ilustrasi Back End Developer
(Foto: Shutterstock)
Jakarta -

Tokopedia memiliki program 9 in 9 untuk membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital di Indonesia. Hal ini juga guna mempersiapkan Indonesia yang diprediksi Standard Chartered akan menjadi negara dengan pasar terbesar ketiga di dunia setelah China, Amerika Serikat, dan India.

CTO of Tokopedia, Herman Widjaja menjelaskan saat ini Indonesia bisa mencontoh ketiga negara di atasnya tersebut yang sudah lebih dulu secara penuh terdigitalisasi. Tak hanya dari sisi market, ketiga negara tersebut juga memiliki talenta digital yang mendunia.

"Makanya seluruh mata lagi tertuju ke Indonesia. Pertanyaannya, apakah kita mau menjadi negara yang maju dari sisi market-nya saja? Apa kita juga mau belajar dengan market-market lain, di mana bukan cuma marketnya saja yang bagus, tetapi talentanya juga mendunia," ujarnya dalam webinar Tech-Over Jogja, Sabtu (25/9/2021).

"Kalau kita lihat talent China, US, India kan mendunia banget. Saya lama (tinggal dan kerja) di luar, 20 tahunan, banyak teman-teman saya di luar, di Silicon Valley, orang Indonesia pintar-pintar. Makanya waktu saya balik (ke Indonesia), saya juga punya mimpi, ini juga alasan saya kenapa join Tokopedia. Saya share mimpi ini ke Leon, ke Pak William, kita harus bisa memajukan talenta Indonesia juga, jangan cuma market," jelasnya.

Webinar TokopediaFoto: Screenshoot detikcom

Menurutnya, perusahaan teknologi tidak bisa apa-apa tanpa sumber daya manusia (SDM). Selain itu, SDM ini juga perlu terus dikembangkan untuk melahirkan inovasi-inovasi baru.

"Presiden bilang, kita mau 2035 kita harus ada 9 juta talenta di Indonesia. Nah makanya di Tokopedia Academy kita selalu bilang 9 in 9 yuk kita saling bergandengan tangan, kita growth 9 juta talenta dalam waktu 9 tahun," ujarnya.

"Kelihatannya angkanya gampang, tapi sebenarnya nggak juga. Karena masih banyak orang Indonesia masih takut dan khawatir untuk jump ini ke teknologi, meskipun mereka ngelihat ini sangat exciting," imbuhnya.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk mengembangkan world class talent di Indonesia, perlu kerja sama dengan semua orang. Selain itu, pengembangan talenta digital ini juga harus merata dan tidak tersentralisasi di satu daerah.

"Centralization udah nggak berlaku lagi, talenta bukan cuma ada di Jakarta, ada di mana-mana, termasuk Yogya," ujarnya.

Sebagai informasi, selain Herman, dalam webinar itu turut menjadi pembicara Co-founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus A. Edison, VP of People & Office Management Tokopedia Nanang Chalid, dan Head of Gopay Systems (GoTo Financial) Giovanni Sakti Nugraha.

(ncm/ega)