Vicky Zhao Kembali Online Setelah 'Dilenyapkan' Pemerintah China

Vicky Zhao Kembali Online Setelah 'Dilenyapkan' Pemerintah China

Tim - detikInet
Kamis, 16 Sep 2021 08:50 WIB
Jakarta -

Vicki Zhao kembali online setelah 18 hari 'dilenyapkan' dari internet oleh pemerintah China. Hal itu terdeteksi dengan eksisnya artis cantik ini di media sosial Weibo.

Sosok yang memiliki nama asli Zhao Wei ini kedapatan menulis komentar singkat pada postingan Queena Li di Weibo. Dia menuliskan pesan 'Selamat Ulang Tahun.

Li merupakan sutradara China yang menggarap serial Hear Her. Serial yang populer tahun 2020 itu diproduksi oleh Vicky Zhao.

Li berulang tahun 29 Agustus silam, di hari itu pula dia membuat postingan di Weibo. Namun baru 12 September lalu Vicky Zhao menuliskan ucapannya tadi di kolom komentar.

Postinga Vicky Zhao Foto: Mothership.sg

Melihat artis berusia 45 tahun ini kembali online, sontak membuat heboh pengguna Weibo. Para penggemar merasa senang melihat idolanya itu sepertinya baik-baik saja.

Tapi ada pula netizen yang nyinyir karena menilai komentar Vicky Zhao tidak pantas karena seolah seperti tes ombak.

Namun komentar yang ditinggalkan Vicky Zhou tidak dapat ditemukan di postingan Li. Sejumlah netizen berpendapat kalau artis yang sempat membintangi serial laris My Fair Princess telah menghapus komentarnya itu.

Tapi ada pula netizen yang menduga komentar tersebut dihapus oleh Li sendiri karena dia tidak ingin menjauhkan diri dari Vicky Zhou.

Sejauh ini tidak ada lagi jejak artis yang juga bermain di Shaolin Soccer itu di internet.

Diberitakan sebelumnya seluruh eksistensi Vicki Zhao di dunia maya dihilangkan oleh pemerintah China. Para penggemarnya jadi tidak bisa mengakses lagi film atau serial yang ia bintangi dan keberadaannya pun jadi spekulasi.

Tidak ada penjelasan resmi kenapa Vicky Zhao menjadi incaran pemerintah China. Akan tetap belakangan Negeri Tirai Bambu itu giat merazia industri hiburan dan budaya pemujaan berlebihan pada para pesohor.

Media pemerintah, Global Times, hanya menyebut bahwa Zhao banyak punya skandal. Misalnya ia digugat dalam masalah bisnis investasi, termasuk kepemilikan saham di Alibaba Pictures Group yang dimiliki Alibaba, perusahaan Jack Ma.

"Di samping status selebnya, Zhao juga dikenal sebagai investor yang banyak digugat secara hukum. Tahun 2001, Zhao juga dikritik karena memakai pakaian yang menampakkan bendera Jepang," sebut Global Times.

Di samping itu, Vicky Zhao punya agensi yang mewadahi aktor China. Belum lama ini, aktor Zheng Zhehan yang bernaung di agensi itu memicu kontroversi karena selfie di tempat pemakaman tentara Jepang.

Dia pun telah disensor dari internet. Seperti diketahui, banyak warga China masih sakit hati dengan jejak penjajahan Jepang.

Ada juga yang menilai Vicky Zhao ditindak lantaran presiden Xi Jinping tidak senang dengan pemujaan berlebihan pada selebriti dan ketenaran mereka di media sosial karena dianggap tidak sesuai dengan karakter China.

Sejak tahun 2018, otoritas China rupanya sudah mencekal beberapa selebriti yang dinilai tidak bermoral, vulgar dan 'tidak punya kelas'.

Hal serupa juga sudah terjadi di jagat teknologi. Perusahaan raksasa teknologi semacam Alibaba sampai Tencent kena regulasi ketat bahkan denda besar dengan tuduhan semacam melakukan praktik monopoli. Pentolan teknologi Jack Ma pun sudah tidak pernah lagi tampil di publik.

Jack Ma menghilang setelah mengkritik sistem keuangan pemerintah China dan juga popularitasnya dianggap sudah berlebihan. Tak menutup kemungkinan nasib Vicky Zhao akan sama seperti Jack Ma, paling tidak aktivitasnya di depan publik tidak lagi seperti dahulu.

(afr/afr)