Pendiri Telegram Bilang TikTok dan Netflix Tak Bagus Buat Otak

Pendiri Telegram Bilang TikTok dan Netflix Tak Bagus Buat Otak

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 08 Sep 2021 20:41 WIB
pavel durov
Pavel Durov. Foto: Instagram @durov
Jakarta -

Pendiri Telegram Pavel Durov dalam postingan terbaru di channel Telegram resminya menyinggung soal kinerja otak. Ia juga memperingatkan agar orang jangan terlalu terpaku dengan video di TikTok atau Netflix. Kenapa demikian?

"Pikiran adalah alat kita yang paling kuat. Tak ada yang tidak bisa dilakukannya. Berdasarkan banyak studi, pikiran secara aktif menghasilkan ide baru bahkan saat kita beristirahat atau tak melakukan apapun. Sering kita punya solusi masalah sulit setelah tidur panjang di malam hari," tulis pria kelahiran Rusia itu.

Durov yang sekarang bermukim di Dubai ini menambahkan bahwa seperti halnya wujud fisik kita bergantung pada apa yang kita makan, kondisi mental manusia bergantung pula pada kualitas informasi yang dimasukkan ke otak.

"Jika kita memupuk otak kita dengan data real life yang memungkinkannya menyelesaikan masalah-masalah fundamental, ia akan memproses data ini di latar belakang dan datang dengan solusi tidak terduga," papar Pavel Durov yang dikutip detikINET.

Ia pun menyayangkan saat ini banyak orang terlena dengan layanan semacam TikTok atau Netflix. "Sayangnya kebanyakan orang lebih memilih menyuapi pikiran mereka tidak dengan fakta nyata yang bisa membuat kita mengubah dunia tapi dengan video serial Netflix random atau video TikTok," kritiknya.

"Dalam level dalam, otak kita jadi tidak bisa mengetahui fiksi dan realitas, jadi melimpahnya hiburan digital membuat pikiran bawah sadar kita sibuk membuat solusi pada permasalahan yang sesungguhnya tidak ada," lanjut Durov.

Ia pun menyarankan orang meminimalisirnya. "Untuk menjadi kreatif dan produktif, kita pertama-tama harus membersihkan pikiran kita dari konten tidak relevan dari banjir rekomendasi algoritma setiap hari. Jika kita ingin mendapatkan kembali kebebasan kreatif, kita pertama-tama harus memperoleh kembali kendali pikiran kita," pungkas Pavel Durov.



Simak Video "Telegram Sambut 70 Juta Pengguna Baru Usai WhatsApp Down"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)