Ethiopia Mau Bikin Media Sosial Pesaing Facebook dan Twitter

Ethiopia Mau Bikin Media Sosial Pesaing Facebook dan Twitter

Tim - detikInet
Rabu, 25 Agu 2021 07:45 WIB
Ilustrasi Facebook
Ethiopia Mau Bikin Media Sosial Pesaing Facebook dan Twitter Foto: Reuters
Jakarta -

Ethiopia sedang mengembangkan platform media sosial untuk menyaingi Facebook, Twitter, WhatsApp hingga Zoom. Negara di timur Afrika itu ingin agar media sosial lokalnya bisa menggantikan platform raksasa tersebut.

Media sosial lokal buatan Ethiopia ini dikembangkan di tengah kondisi negara yang sedang tidak kondusif. Sejak tahun lalu, pemerintah Ethiopia terlibat dalam konflik bersenjata dengan Tigray People's Liberation Front (TPLF) yang menguasai wilayah Tigray di bagian utara.

Pendukung kedua pihak tidak hanya berperang di dunia nyata, tapi juga perang kata-kata lewat media sosial. Karena ada beberapa akun dan postingan yang dihapus oleh Facebook dan kawan-kawan, maka Ethiopia memutuskan membuat media sosialnya sendiri.

Director General Information Network Security Agency (INSA) Shumete Gizaw menuduh Facebook menghapus postingan akun yang dianggapnya 'mengungkap realita sebenarnya di Ethiopia'. INSA merupakan badan pemerintah Ethiopia yang bertugas mengawasi telekomunikasi dan internet.

Beberapa hari sebelum pemilihan umum Ethiopia pada Juni 2021, Facebook memang menghapus jaringan akun palsu yang menyasar pengguna domestik. Jaringan tersebut ternyata berhubungan dengan individu yang terkait dengan INSA, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/8/2021).

Berdasarkan data Statista, saat ini ada sekitar enam juta pengguna Facebook di Ethiopia. Juru bicara Facebook Afrika Kezia Anim-Addo enggan berkomentar soal rencana Ethiopia dan tidak merespons tuduhan Shumete.

Shumete tidak memberikan informasi lain tentang rencana Ethiopia membuat platform media sosial sendiri, seperti tanggal peluncuran, biaya, dan lain-lain. Tapi sepertinya mereka mendapatkan inspirasi dari China yang memiliki media sosialnya sendiri.

"Alasan di balik pengembangan teknologi dengan kapasitas lokal sudah jelas ... Menurut Anda mengapa China menggunakan WeChat?" kata Shumete.

Seperti diketahui, WeChat merupakan aplikasi messaging paling populer di China yang dimiliki oleh Tencent. Aplikasi ini diperkirakan menjadi alat utama bagi pemerintah China untuk mengawasi warganya.

Shumete juga mengatakan akan mengembangkan platform pesaing Facebook dan kawan-kawan dengan mengandalkan tenaga ahli lokal, dan tidak akan meminta bantuan asing. Sebelumnya kepada media lokal Al-Ain Amharic, Shumete mengatakan pemerintah Ethiopia sudah menguji coba platform pengganti WhatsApp dan Zoom yang akan segera beroperasi.



Simak Video "WhatsApp-Instagram-Facebook Tumbang!"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)