Waspada! Ini Daftar Modus Penipuan Online yang Sering Terjadi

Waspada! Ini Daftar Modus Penipuan Online yang Sering Terjadi

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Jumat, 23 Jul 2021 17:35 WIB
Ilustrasi penipuan online
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pemanfaatan teknologi digital dalam beraktivitas kini sudah menjadi gaya hidup baru masyarakat urban. Meski banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, namun berkembangnya digitalisasi juga memunculkan sisi negatif yakni terbukanya peluang cybercrime.

Pasalnya, meskipun teknologi sudah dirancang seaman mungkin, tetap selalu ada celah bagi oknum-oknum tertentu untuk melakukan penipuan atau kejahatan online. Oleh karenanya, waspada menjadi kunci agar terhindar dari berbagai drama modus penipuan online ini.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut 5 modus penipuan online yang sering terjadi dan harus tetap diwaspadai.

1. Scam

Scam adalah segala bentuk tindakan yang sudah direncanakan yang bertujuan untuk mendapatkan uang dengan cara menipu atau membohongi orang lain. Biasanya terjadi kontak komunikasi, baik melalui media chat, telepon, dan lainnya yang menawarkan hadiah.

2. Social Engineering

Istilah ini sering digunakan untuk berbagai tindak kejahatan yang dilakukan dengan memanfaatkan interaksi dengan manusia. Teknik ini menggunakan manipulasi psikologis untuk menipu korban agar mereka melakukan kesalahan keamanan dan memberikan informasi sensitif, contoh kasusnya seperti 'Mama Minta Pulsa'.

3. Phishing

Phising adalah suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi penting dengan mengarahkan korban untuk masuk ke halaman/situs palsu dengan maksud menjebak korban. Kejahatan ini kerap menyasar layanan streaming berbayar, perbankan, e-commerce, dan UMKM dengan iming-iming gratis.

4. Minta Nomor CVV

Tiga atau empat digit terakhir yang ada dibelakang kartu bank ini wajib dijaga kerahasiaannya. Hindari menyebutkan atau mengisi formulir oleh orang yang tak dikenal yang meminta kode CVV dengan dalih melakukan verifikasi data.

5. Minta Nomor OTP

OTP atau One Time Password ini bersifat rahasia, hati-hati jika tiba-tiba ada OTP yang masuk ke ponsel padahal Anda tak melakukan transaksi apapun. Pasalnya, hal ini akan memudahkan oknum tertentu mendapatkan keuntungan dari tabungan Anda.

Itulah 5 drama modus penipuan online yang kini kerap terjadi. Pastikan Anda selalu menyimpan informasi pribadi rapat-rapat, agar berbagai transaksi digital yang dilakukan aman dan terhindar dari peluang dimanfaatkan oleh oknum cybercrime tersebut.

Sebagai informasi, agar transaksi Anda bebas cemas dan #BebasDrama dari berbagai kejahatan digital tadi, ada baiknya memanfaatkan layanan dompet digital yang aman dan sudah teruji mampu menangkal berbagai modus penipuan online ini.

Dompet Digital DANA punya sistem keamanan DANA Protection yang bisa melindungi identitas diri, Saldo DANA maupun kartu bank yang tersimpan di aplikasi DANA, hingga transaksi yang dilakukan. DANA Protection juga memberikan garansi uang kembali jika pengguna kehilangan uang yang disebabkan oleh gangguan atau permasalahan pada saat transaksi, tentunya sesuai dengan syarat & ketentuan yang bisa Anda cek langsung di aplikasi DANA.

Dompet Digital DANA Foto: Dok. DANA

Selain itu, DANA memiliki dua sertifikasi yang menjamin transaksi penggunanya, yaitu sertifikasi keamanan informasi ISO 27001:2013 dan sertifikasi keamanan kartu bank yakni PCI DSS (The Payment Card Industry Data Security Standard).

PCI-DSS adalah standar keamanan informasi untuk organisasi yang menangani bank penerbit kartu dan jaringan kartu kredit terkemuka dunia. Sistem keamanan ini dikelola oleh Payment Card Industry Security Standard Council untuk meningkatkan kontrol seputar data untuk mengurangi penipuan kartu kredit.

(akn/fay)