Digitalisasi Aksara Nusantara, Melestarikan Warisan Leluhur Sampai Mendunia

Digitalisasi Aksara Nusantara, Melestarikan Warisan Leluhur Sampai Mendunia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Minggu, 04 Jul 2021 21:37 WIB
Digitalisasi yang dilakukan oleh DREAMSEA bertujuan untuk mendigitalisasi naskah kuno di Asia Tenggara, khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang disimpan oleh masyarakat Indonesia.
Foto: Dreamse
Jakarta -

Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) melakukan berbagai cara untuk menggaungkan digitalisasi aksara nusantara ke mancanegara.

Southeast Asia - Internet Governance Forum (SEA-IGF) yang direncanakan digelar pada 11-12 Agustus mendatang dibidik untuk memperkenalkan budaya lokal yang dapat dipertahankan dengan memanfaatkan teknologi.

Ketua Pandi Yudho Giri Sucahyo mengatakan, pertumbuhan penggunaan teknologi internet di Indonesia telah melahirkan berbagai tantangan. Untuk merespon hal tersebut dan mempertahankan nilai-nilai budaya lokal, dilakukan digitalisasi aksara nusantara.

Cara tersebut dinilai langkah jitu dalam melestarikan warisan leluhur dengan mengikuti perkembangan zaman.

"Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara merupakan sebuah program yang digagas Pandi untuk memperkenalkan Aksara-aksara nusantara ke dunia Internasional," ujar Yudho dalam keterangan tertulisnya.

"Hingga saat ini sudah ada Aksara yang telah didigitalisasi agar dapat ditampilkan pada platform digital seperti PC, Handphone dan perangkat lainnya, yaitu Bali, Batak, Bugis, Jawa, Makasar, Rejang, dan Sunda," sambung Yudho.

Pandi turut serta dalam bagian SEA-IGF untuk memberikan bukti keberadaan kebudayaan tutur dan tulis yang berkembang di Indonesia pada masa lalu. Menurut Yudho, sosialisasi mengenai Aksara Nusantara harus digaungkan kembali untuk memperluas sejarah tersebut.

"Ini menjadi sangat penting terutama selama pandemi saat ini di mana hampir setiap aktivitas fisik telah bergeser ke ruang virtual. Memastikan akses teknologi yang merata melalui era industri saat ini, salah satu pilar pentingnya dengan menggali Aksara Nusantara dan karakteristik yang merupakan harta karun bangsa, untuk ditetapkan sebagai Bahasa telekomunikasi lainnya yang bisa menjadi standar di Negara maupun secara Internasional," tutur Yudho.



Simak Video "Ngobrol Santai Kualitas Internet Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)