Tambang Bitcoin Dirazia, Nilai Tukarnya Turun Terus

Tambang Bitcoin Dirazia, Nilai Tukarnya Turun Terus

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 22 Jun 2021 09:20 WIB
Penambangan Bitcoin
Ilustrasi tambang bitcoin. Foto: Next Shark
Jakarta -

Nilai tukar Bitcoin terus menurun selama dua minggu ke belakang setelah pemerintah China memperluas razia tambang Bitcoin di berbagai daerahnya.

Nilai tukar bitcoin menurun sampai USD 31.333, atau menurun 10,7% . Penurunan harian terbesar dalam sebulan terakhir, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Selasa (22/6/2021).

Selama enam hari terakhir, nilai tukar bitcoin sudah menurun lebih dari 20%. Kini nilai tukarnya hanya setengah dari nilai tukar tertinggi pada April lalu yang mencapai USD 65 ribu.

Salah satu penyebab penurunan ini adalah aksi pemerintah China yang semakin memperketat aturannya terhadap bitcoin. Salah satunya dengan menutup penambangan bitcoin di provinsi Sichuan.

Ada sekitar 26 tempat yang diduga merupakan penambangan bitcoin yang ditutup dalam razia ini.

Langkah ini adalah bagian dari janji pemerintah China untuk memperketat penambangan dan penukaran aset kripto untuk mengontrol risiko finansial yang mungkin terjadi akibat aset kripto tersebut.

Sebelumnya bank sentral China juga menyatakan sudah memanggil sejumlah bank dan perusahaan pembayaran, termasuk China Construction Bank dan Alipay, memaksa mereka untuk berusaha lebih keras dalam memerangi penukaran mata uang kripto.

Penambangan bitcoin di China pada 2020 lalu berkontribusi terhadap produksi bitcoin global sebanyak 65%. Sementara tambang di provinsi Sichuan adalah lokasi penambangan terbesar kedua di China.

Pemerintah China memerintahkan pemerintah lokal Sichuan untuk mulai menyisir proyek-proyek penambangan kripto di areanya dan menutupnya. Mereka pun melarang dibukanya proyek penambangan baru.

Empat area dengan penambangan bitcoin terbesar di China selain Sichuan saat ini adalah Xinjiang, Inner Mongolia, dan Yunnan. Pemerintah lokal di masing-masing area itu juga sudah melakukan langkah yang sama, yaitu menutup proyek penambangan bitcoin.

"Orang-orang akan bereaksi terhadap langkah China yang menciptakan ketidakpastian, dan ini sepertinya berdampak negatif terhadap harga bitcoin," ujar Ruud Feltkamp, CEO Cryptohopper yang menyediakan bot crypto trading.



Simak Video "Mengulik Aset Kripto Bitcoin, Gampang Cair Lewat Sistem Faucet"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)