Subsidi Pulsa Rp 200 ribu dan Kuota 125 GB dari Kemendikbud, Hoax or Not?

Subsidi Pulsa Rp 200 ribu dan Kuota 125 GB dari Kemendikbud, Hoax or Not?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 19 Jun 2021 20:30 WIB
Di platform berbagi pesan singkat WhatsApp tersebar link dengan narasi yang menyebutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi pulsa Rp 200 ribu dan kuota 125 GB hingga 14 Juli 2021. Apakah informasi tersebut benar atau hanya hoax?

Disebutkan bahwa kuota belajar ini dikhususkan untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh periode Juni 2021. Kuota ini disebut ditujukan untuk dosen, mahasiswa, guru dan juga murid.

Mengutip situs resmi Kementerian Komununikasi dan Informatikan (Kominfo), kabar ini adalah hoax.
Beredar informasi subsidi pulsa Rp 200 ribu dan kuota 125 GB dari Kemendikbud hingga tanggal 14 Juli 2021. Foto: Medcom
Jakarta -

Di platform berbagi pesan singkat WhatsApp tersebar link dengan narasi yang menyebutkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi pulsa Rp 200 ribu dan kuota 125 GB hingga 14 Juli 2021. Apakah informasi tersebut benar atau hanya hoax?

Disebutkan bahwa subsidi kuota belajar ini dikhususkan untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh periode Juni 2021. Kuota ini disebut ditujukan untuk dosen, mahasiswa, guru dan juga murid.

Mengutip situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, kabar ini adalah hoax.

"Program subsidi tersebut sebenarnya sudah berakhir pada Mei 2021 lalu. Hal itu diungkap Plt Kepala Pusdatin Kemendikbudristek Hasan Chabibie. Ia mengatakan pada tahun 2021, program ini disalurkan selama tiga bulan, yakni Maret hingga Mei 2021," tulis Kominfo.

Menelusuri website Kemendikbud, kebijakan bantuan kuota data internet dilanjutkan pada 2021 selama tiga bulan dari bulan Maret hingga Mei 2021. Paket kuota data internet merupakan paket akses all network dengan pembatasan akses kepada situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta daftar laman dan aplikasi tertentu.

Daftar media sosial yang tidak dapat diakses pun sudah dijabarkan jelas oleh Kemendikbud antara lain Badoo, Bigolive, Facebook, Instagram, Periscope, Pinterest, Snapchat, Snackvideo, Tinder, Tumblr, Twitter, Vive, Vkontakte, YY. Adapun untuk game di antaranya 8 Ball Pool, Candy Crush, Clash of Clans, Clash of Kings, Clash Royale, Crisis Action, Fifa Mobile Football, Garena, Garena AOV, Garena Free Fire, Growtopia, Mobile Legends, PUBG, Steam, dan Roblox.

Untuk informasi mengenai bantuan kuota data internet, pemerintah memberikan informasi secara resmi melalui situs berikut ini https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/.



Simak Video "Kuota Belajar 2021 Dibagi Mulai 11 Maret"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/afr)