Ramalan Mencengangkan yang Mungkin Terjadi Hingga 2050

Ramalan Mencengangkan yang Mungkin Terjadi Hingga 2050

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 18 Jun 2021 07:13 WIB
man using mobile phone with network technology.
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Setiap tahun ada ratusan ribu paten yang berkontribusi dalam mengubah kehidupan manusia dan dunia yang berkembang setiap harinya.

Jadi dapatkah kamu membayangkan betapa luar biasanya kehidupan 5, 10, 20 dan 30 tahun dari sekarang?

Berikut hal-hal mencengangkan yang mungkin terjadi hingga 2050 seperti dikutip dari laman Brightside.

2025

Dunia akan memiliki populasi 8 miliar orang pada 2025 dan setiap orang dapat menghubungkan hingga 9,5 perangkat yang berbeda, dari ponsel, TV, komputer, mesin cuci, AC, jam tangan dan lainnnya. Di tahun ini akan banyak perangkat yang diisi ulang lewat wireless.

Kabar baik bagi kaum rebahan, robot yang pandai memasak akan menjadi populer di 2025. Di waktu yang sama, robot prostetik yang dikendalikan pikiran akan menjadi populer dan berkontribusi pada normalisasi kehidupan manusia.

Robot Samsung di CES 2021Robot akan makin populer di 2025 Foto: Samsung

Para ilmuwan berhasil meneliti kulit buatan untuk menggantikan kulit manusia.

Diperkirakan 2025 ada 7 juta kendaraan listrik yang mengaspal. Dan hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa rata-rata suhu global dapat meningkat sekitar 1,5 derajat Celcius.

2030

Ahli bedah mungkin dapat mengubah rute saraf di tubuh kita sehingga orang yang lumpuh dapat mulai menggunakan tangan mereka lagi.

Di saat bersamaan TV internet makin diminati karena dapat memilih konten apa yang lebih diminati dan sesuai waktu yang dikehendaki.

Robot Samsung di CES 2021Password tak lagi digunakan. Foto: GCN

Penggunaan kata sandi mungkin menjadi sejarah karena komputer dapat meretas semua jenis kata sandi.

Ilmu pengetahuan sekarang cukup berkembang untuk dapat membangun mesin yang dapat mengebor ke inti. Bumi, membantu orang mengakses daerah super panas di jantung bumi.

Beberapa negara akan melarang mobil bensin, hanya mengizinkan kendaraan listrik untuk beroperasi.