5 Manfaat Berhenti Sejenak Main Media Sosial

5 Manfaat Berhenti Sejenak Main Media Sosial

Aisyah Kamaliah - detikInet
Rabu, 26 Mei 2021 10:50 WIB
Poster
Manfaat berhenti main media sosial. Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Di hari raya Waisak, dianjurkan untuk berdiam diri, bermeditasi dan merenungkan ajaran Buddha. Di momen ini, bermain HP sudah tidak ada lagi deh dalam pikiran.

Tahu tidak, ternyata berhenti sejenak bermain media sosial bisa sangat bermanfaat loh. Dikutip dari Life Hack, ini dia sejumlah keuntungan rehat dari medsos:

1. Berhenti membandingkan diri dengan yang lain

Para ilmuwan telah menemukan bahwa kebanyakan orang yang menggunakan media sosial akhirnya membandingkan diri mereka dengan kehidupan setiap orang yang mereka kenal. Masalahnya ini dapat berdampak serius pada harga diri, loh.

Misalnya, jika semua orang yang kamu kenal sudah menikah dan memiliki bayi tetapi kamu masih lajang, kamu mungkin akan merasa terisolasi dan kesepian. Hal ini bahkan dapat menyebabkan depresi berat bagi sebagian orang. Tinggalkan siklus tidak sehat ini dengan berhenti sejenak dari media sosial agar kamu dapat terhubung kembali hidupmu yang mengagumkan.

2. Menjaga privasi

Media sosial adalah cara yang seru untuk tetap berhubungan dengan banyak orang dengan cara berbagi foto dan cerita. Tapi tanpa sadar privasi kamu mulai terganggu. Coba hapus aplikasi dan jalani momen saat ini dengan senang hati.

3. Berhenti jadi sangat kompetitif

Meskipun tidak menyadarinya, media sosial dapat menonjolkan sisi kompetitif. Ini karena basis utama jaringan media sosial seperti Facebook adalah untuk menarik perhatian pada foto atau sesuatu yang kamu unggah. Setiap reaksi dan komentar adalah ukuran seberapa populer suatu unggahan tertentu, yang dapat membuat kamu berusaha untuk mengalahkan orang lain dan bahkan diri sendiri.

Jenis daya saing ini tidak sehat, dan dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Istirahatkan kesehatan mental dengan menjauh dari media sosial demi kesehatan mentalmu.

4. Meningkatkan mood

Penelitian telah membuktikan bahwa semakin banyak waktu yang kamu habiskan di situs media sosial, semakin besar kemungkinan kamu mengalami depresi. Jika kamu pernah merasa sangat cemas, stres, atau depresi, inilah saat yang tepat untuk melakukan detoksifikasi media sosial.

Mungkin terasa aneh pada awalnya, tetapi suasana hati kamu secara keseluruhan akan mulai membaik saat mulai menjauh dari Facebook, Twitter, dan situs media sosial lainnya.

5. Lepas dari FOMO

Computer World telah menunjukkan bahwa media sosial direkayasa untuk membuat ketagihan seperti kokain crack. Pernyataan ini tidak berlebihan, karena saat kamu pertama kali berhenti menggunakan media sosial, kamu akan merasakan gejala withdrawal.

Para ilmuwan mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO) yang tertanam secara alami.

Apalagi adanya notif semakin mempersulit kamu untuk menjadi media sosial. Tetapi percaya deh, kecanduan media sosial pada akhirnya dapat menghancurkan hubungan pribadi dan profesional saja.

Kamu dapat meminimalkan efek ini setelah detoksifikasi dengan menjadwalkan kunjungan sekali sehari ke situs media sosial favorit. Setelah kunjungan itu selesai, jangan lihat media sosial itu sepanjang hari.



Simak Video "Target Kesehatan Mental di Indonesia: ODGJ Berat Dapatkan Pelayanan "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)