7 Startup Lolos Penjurian Indigo Creative Nation Batch 1, Siapa Saja?

7 Startup Lolos Penjurian Indigo Creative Nation Batch 1, Siapa Saja?

Alfi Kholisdinuka - detikInet
Selasa, 25 Mei 2021 17:05 WIB
Telkom
Foto: dok. Telkom
Jakarta -

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menetapkan tujuh startup yang lolos dalam tahap penjurian Indigo Creative Nation Batch 1 tahun 2021 kategori Education, Big Data/Artificial Intelligence, Small Medium Business dan Health. Ketujuh startup tersebut berkesempatan memperoleh pendanaan masing-masing mencapai Rp 2 miliar untuk program akselerasi dan sebesar Rp 750 juta untuk program inkubasi.

Indigo Creative Nation merupakan program inkubasi/akselerasi startup secara lengkap dengan mengusung prinsip kreativitas dalam berbisnis dari mulai nurturing creativity hingga tahap Follow-on-Funding (FoF).

Program inkubasi/akselerasi startup digital Indigo ini secara konsisten untuk batch intake hadir 2 kali setiap tahunnya dengan menawarkan pendanaan hingga Rp 2 miliar untuk setiap startup yang berhasil melalui proses inkubasi/akselerasi.

"Telkom melalui Indigo Creative Nation sangat selektif dalam menetapkan para startup yang akan dibinanya demi menumbuhsuburkan inovasi karya anak bangsa. Ketujuh startup ini mewakili startup berkualitas yang dicari di mana mereka bukan hanya berprestasi, melainkan juga memiliki dampak sosial, serta tentu saja berpotensi dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di masa yang akan datang," ujar Direktur Digital Business Telkom Fajrin Rasyid dalam keterangan tertulis, Selasa (24/5/2021).

Selain pendanaan, startup yang berhasil mengikuti program inkubasi/akselerasi ini berpeluang untuk mengikuti program-program mentoring, sinergi, memperoleh TelkomGroup market access, hingga dukungan untuk mendapatkan venture capital & incubator/accelerator di tingkat global.

Program Indigo Batch 1 2021 kali ini menarik perhatian 558 startup, sekalipun yang lolos penyaringan di tahap on desk selection sejumlah 116, hingga mengerucut pada 15 startup yang melakukan pitching secara virtual di hadapan dewan juri di mana terdiri atas tim Indigo Management, para mentor Indigo Creative Nation, serta perwakilan dari MDI Ventures dan TelkomGroup.

Sementara itu, SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menambahkan ajang Indigo Creative Nation merupakan inisiatif tahunan Telkom yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing, kemandirian, dan pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan industri digital kreatif. Selain pendanaan, startup dalam program Indigo Creative Nation akan mendapatkan aktivitas pelatihan.

"Kami harap pemenangnya akan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional dalam bidang digital business," ungkapnya.

Adapun startup yang lolos dalam tahap penjurian startup intake Indigo Batch 1 2021 ini berjumlah tujuh startup dengan berbagai kategori yaitu Education, Big Data/Artificial Intelligence, Small Medium Business, dan Health antara lain:

Educourse

Platform edukasi yang berfokus pada bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematic) serta bahasa asing ini memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR), Artificial Intelligence (AI), dan Natural Language Processing (NLP) untuk membuat kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan.

Tumbasin.id

Tumbasin menyediakan platform yang memberdayakan para pedagang pasar tradisional dengan fokus membantu meningkatkan penjualan, serta membuka akses perbankan bagi para pedagang pasar tradisional melalui kerja samanya dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Komerce

Sebuah platform yang menjembatani antara UMKM agar dapat terhubung dengan talenta digital yang melek teknologi sehingga dapat mengakselerasi penetrasi market mereka di dunia maya. Startup ini berharap daya serap tenaga kerja bisa meningkat, mengurangi jumlah pengangguran, menekan angka penduduk yang melakukan urbanisasi, sekaligus meningkatkan daya saing, dan pendapatan UMKM melalui kehadirannya di platform digital.

Allure

Teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dikembangkan Allure dapat menerjemahkan swafoto konsumen menjadi data permasalahan kulit wajah yang ada, lalu merekomendasikan produk-produk yang sekiranya diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut. Selain itu, Allure juga tengah mengembangkan teknologi Augmented Reality (AR) yang memungkinkan pengguna untuk mencoba produk make-up secara virtual.

HearMe

Menyediakan aplikasi penerjemah Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dengan memanfaatkan model animasi tiga dimensi (3D) untuk menjembatani komunikasi antara Teman Tuli dan Teman Dengar. Selain itu, Teman Tuli dapat merekam gesture dari Bisindo yang ingin disampaikan, lantas diterjemahkan ke dalam bentuk teks atau suara oleh aplikasi ini.

CtScope

CtScope menawarkan platform berbasis blockchain yang memungkinkan para dokter untuk melakukan pertukaran informasi kesehatan berupa manajemen rekam medis agar lebih cepat dan efektif.

Psikku

Satu-satunya startup yang berasal dari Indonesia Timur tepatnya Manado ini menawarkan tes psikologi secara daring, baik untuk perorangan maupun karyawan perusahaan. Melalui platformnya, pengguna Psikku bisa berkonsultasi dan memilih psikolog berlisensi yang telah menjadi mitra Psikku. Harapannya, pengguna Psikku dapat mengeksplorasi potensi dirinya untuk membantu proses pengambilan keputusan masa depannya.



Simak Video "56 Tahun Komitmen Telkom Wujudkan #digitalbisa #UntukIndonesiaLebihBaik"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)