Instagram-Facebook Dituding Hapus Konten Serangan di Palestina

Instagram-Facebook Dituding Hapus Konten Serangan di Palestina

Tim - detikInet
Selasa, 11 Mei 2021 17:48 WIB
Palestinians clash with Israeli security forces at the Al Aqsa Mosque compound in Jerusalems Old City Monday, May 10, 2021. Israeli police clashed with Palestinian protesters at a flashpoint Jerusalem holy site on Monday, the latest in a series of confrontations that is pushing the contested city to the brink of eruption. Palestinian medics said at least 180 Palestinians were hurt in the violence at the Al-Aqsa Mosque compound, including 80 who were hospitalized. (AP Photo/Mahmoud Illean)
Foto: AP/Mahmoud Illean
Jakarta -

Media sosial (medsos) Facebook hingga Instagram dituding melakukan penyensoran konten serangan yang terjadi di Palestina.

Serangan Israel ke kompleks Masjid Al Aqsa dan jalur Gaza terus terjadi dalam beberapa hari terakhir, termasuk penduduk Sheikh Jarrah yang terancam diusir secara paksa dari rumahnya.

Warga Palestina yang merekam serangan tersebut, kemudian merekamnya dan mengunggah ke medsos. Namun konten itu ada yang disensor, dibatasi, atau diblokir.

"Perusahaan media sosial membungkam suara Palestina saat mereka berjuang untuk kelangsungan hidup mereka," ujar Marwa Fatafta, Anggota Kebijakan dari lembaga pemikir Al Shabaka dikutip dari Al Jazeera, Selasa (11/5/2021).

"Ini bukan insiden satu kali, ini adalah lanjutan dari sensor sistematis dan diskriminasi yang lebih luas yang menargetkan, terutama mereka yang terpinggirkan dan tertindas, seringkali atas perintah rezim yang menindas," ungkap Fatafta.

Ia mendesak Facebook yang juga menaungi Instagram, menghentikan sensor yang dilakukannya terhadap konten serangan Israel dan menjelaskan kepada publik mengapa menghapus konten tersebut.

Mohammed el-Kurd, seorang penulis dari Palestina dari Yerusalem, memposting video dan stories tentang kekerasan di Sheik Jarrah. Saat akan mengunggahnya, ia mendapatkan peringatan bahwa kontennya berpotensi dihapus Instagram.

"Beberapa postingan Anda sebelumnya tidak mengikuti pedoman komunitas kami. Jika Anda memposting sesuatu yang bertentangan dengan pedoman kami lagi, akun Anda dapat dihapus, termasuk postingan, arsip, pesan, dan pengikut Anda," bunyi pesan diterima El-Kurd.

Tanda pagar alias tagar #SaveSheikhJarrah sampai #SavePalestine digaungkan para netizen di Twitter.

Terkait persoalan tersebut, Instagram mencuit ada kesalahan teknis yang menyebabkan sebagian orang tidak bisa memposting. Instagram klaim ini dialami secara global.



Simak Video "Detik-detik Bentrokan Polisi Israel-Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)