Foto Satelit Ungkap Iran Bangun Gedung Baru di Kompleks Senjata Nuklir

Foto Satelit Ungkap Iran Bangun Gedung Baru di Kompleks Senjata Nuklir

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 22 Apr 2021 09:15 WIB
nuklir iran
Kompleks Militer Parchin difoto pada tanggal 4 Maret 2021. Foto: Maxar Technologies via Google Earth/The Intel Lab
Jakarta -

Gambar satelit menunjukkan ada empat bangunan baru di kompleks militer Parchin, Iran. Keberadaannya cukup membuat penasaran, karena kompleks ini di awal tahun 2000-an merupakan tempat percobaan bahan peledak yang berkaitan dengan senjata nuklir.

"Struktur gedung tersebut dikelilingi dinding curam yang terbuat dari tanah yang dipadatkan untuk menangkis ledakan," kata kelompok konsultan intelijen Intel Lab, dikutip dari The National News.

Untuk diketahui, bahan peledak kelas militer diproduksi dan diuji di Parchin, yang berjarak sekitar 30 kilometer tenggara Teheran. Namun sejumlah analis berspekulasi menghubungkan tempat itu dengan aktivitas lain.

"Kompleks Parchin terlibat dalam penelitian dan pengembangan, produksi senjata kimia, teknologi laser untuk pengayaan uranium, serta pengujian bahan peledak tinggi untuk senjata nuklir," kata Intel Lab.

Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) terakhir kali mengunjungi Parchin pada 2015 sebagai bagian dari penyelidikannya terhadap aktivitas nuklir Iran berdasarkan ketentuan kesepakatan dengan kekuatan dunia yang dimaksudkan untuk mengekang ambisi nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi.

Pada 2015, Iran mengatakan kepada inspektur IAEA bahwa klaim Parchin digunakan untuk menyimpan bahan kimia, terbukti tidak benar berdasarkan analisis IAEA dengan mengambil sampel dari situs tersebut.

IAEA tidak dapat menemukan bukti kuat adanya aktivitas nuklir, meski ditemukan dua jejak uranium buatan manusia. Penyelidikan IAEA menyimpulkan bahwa "tidak ada indikasi kredibel kegiatan di Iran yang relevan dengan pengembangan alat peledak nuklir setelah 2009" dan tidak ada "indikasi kredibel pengalihan bahan nuklir sehubungan dengan kemungkinan dimensi militer untuk program nuklir Iran".

Beberapa tahun berlalu, citra satelit baru-baru ini menunjukkan adanya perombakan besar-besaran di kompleks tersebut. Hal ini membuat beberapa ahli menduga bahwa Iran mencoba menutupi bukti aktivitas nuklir.

nuklir iranFoto lokasi ledakan 21 Juni 2020, beberapa hari sebelum ledakan, diambil oleh satelit Sentinel-2. Foto: Komisi Eropa.

Pada Juni 2020, dilaporkan terlihat asap oranye setelah terjadi ledakan di pabrik produksi rudal Khojir Iran, dekat Parchin, yang menyebabkan pemadaman listrik.

Merespons beragam tudingan, otoritas Iran merilis gambar tangki bensin dengan lubang di dalamnya sebagai bukti bahwa ledakan yang terjadi disebabkan oleh adanya kebocoran gas.

nuklir iranFoto 26 Juni 2020 dari satelit Sentinel-2 menunjukkan lokasi ledakan yang tampaknya telah menghanguskan semak belukar hingga ratusan meter. Foto: Komisi Eropa

Namun citra satelit menunjukkan, situs tersebut mengalami kerusakan parah, sehingga alasan kebocoran gas tidak masuk akal. Hingga saat ini para analis belum mencapai kesepakatan tentang penyebab ledakan tersebut.

Iran pada pekan lalu mengumumkan bahwa mereka telah berhasil meningkatkan pengayaan uranium di situs Natanz menjadi 60%. Pengumuman ini bertentangan dengan komitmennya di bawah perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang menurut Iran menjadi tidak berlaku setelah penarikan AS pada 2018.

Presiden AS Joe Biden menyebutkan, kepatuhan Iran terhadap kesepakatan itu merupakan prasyarat bagi AS untuk kembali ke sana dan mencabut sanksi era pemerintahan Donald Trump yang merusak ekonomi Iran.



Simak Video "Iran Ungkap Identitas Penyabotase Fasilitas Nuklir Iran"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)