Discord Cekal 2.000 Grup Chat Karena Konten Kekerasan

Discord Cekal 2.000 Grup Chat Karena Konten Kekerasan

Panji Saputro - detikInet
Minggu, 11 Apr 2021 21:45 WIB
Discord
Discord Banned 2.000 Grup Chat Diindikasi Memiliki Konten Kekerasan (Foto: Discord)
Jakarta -

Discord mengungkap telah mencekal ribuan grup chat selama pandemi virus corona. Jumlahnya lebih dari 2.000 komunitas yang terindikasi memiliki konten kekerasan dan ekstrem.

Mereka mengatakan bahwa dari 2.212 komunitas ekstrem yang memiliki konten kekerasan telah diblokir dari platform-nya. Kurang lebih sekitar 1.500 komunitas yang pertama kali terdeteksi oleh Discord. Jumlah tersebut dua kali lipat dari penutupan sebelumnya pada paruh pertama tahun 2020.

"Kami terus percaya bahwa tidak ada tempat di Discord untuk kelompok-kelompok yang mengorganisir kebencian, kekerasan atau ideologi ekstremis," kata Discord dilansir detikINET dari NPR, Jumat (9/4/2021).

Dari beberapa forum yang telah dinonaktifkan, diantaranya terdapat gerakan Boogaloo anti pemerintah. Discord mengatakan bahwa terjadi pelonjakan aktivitas di komunitas QAnon terkait konspirasi pro-Trump. Dari Juli hingga Desember, mereka menghapus 334 komunitas yang memiliki kaitan dengan QAnon.

Secara keseluruhan, Discord telah menutup 30.000 komunitas karena berbagai pelanggaran yang dilakukan. Pelanggaran yang paling sering adalah kejahatan dunia maya dan konten eksploitasi mencakup konten porno balas dendam dan konten seksual eksplisit yang melibatkan anak di bawah umur.

Menurut Discord, 15% dari karyawannya fokus pada kepercayaan dan keamanan, di mana persentase tersebut hampir sama dengan perusahaan besar media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter.

Kemudian pada paruh kedua tahun 2020, tim mereka menghapus sekitar 266.000 akun. Sebagian besar karena pelanggaran konten eksploitasi mencakup pornografi non-konsensual dan konten seksual yang melibatkan anak di bawah umur.

Mereka mengatakan bahwa pelecehan adalah masalah yang paling sering terjadi dan dilaporkan pengguna. Kejahatan dunia maya sendiri mengalami lonjakan terbesar akhir tahun lalu hampir 250% dari paruh pertama 2020.

Discord adalah sebuah platform media sosial yang memiliki konsep dan mengedepankan ruang obrolan layaknya grup chat, namun khusus pengguna yang diundang atau diberi akses untuk bergabung.

Didirikan pada tahun 2015 sebagai alat bantu komunikasi gamer, mereka telah berkembang menjadi tempat berkumpul bukan hanya pencinta game namun komunitas lain seperti klub buku, karaoke dan tips perdagangan Wall Street.



Simak Video "Microsoft Berniat Caplok Aplikasi Discord "
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)