Keluar dari Kerajaan, Pangeran Harry Jadi Bos Startup

Keluar dari Kerajaan, Pangeran Harry Jadi Bos Startup

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 24 Mar 2021 19:40 WIB
LONDON, ENGLAND - JANUARY 16: Prince Harry, Duke of Sussex, the Patron of the Rugby Football League hosts the Rugby League World Cup 2021 draws at Buckingham Palace on January 16, 2020 in London, England. The Rugby League World Cup 2021 will take place from October 23rd through to November 27th, 2021 in 17 cities across England. (Photo by Jeremy Selwyn - WPA Pool/Getty Images)
Foto: Jeremy Selwyn - WPA Pool/Getty Images
Jakarta -

Setelah keluar dari Kerajaan Inggris, sepak terjang Pangeran Harry semakin menarik perhatian. Kabar terbaru menyebutkan, kini dia menjadi salah satu bos startup.

Harry mendapat pekerjaan di sebuah startup asal Silicon Valley bernama BetterUp yang bernilai USD 1 miliar (sekitar Rp 14 triliun). Di startup yang memberikan pelatihan profesional dan nasihat terkait pengembangan dan kesehatan mental ini, Harry menjabat sebagai Chief Impact Officer.

Harry berharap dirinya dapat menggunakan pengalamannya sendiri dalam membantu klien BetterUp dengan pembinaan proaktif untuk pengembangan pribadi, serta mencapai kehidupan yang lebih baik secara keseluruhan.

Dikutip dari The Guardian, Rabu (24/3/2021) ini adalah jabatan formal pertama sang Duke of Sussex tersebut di sebuah perusahaan swasta sejak dia mengundurkan diri dari menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris.

Sebagai Chief Impact Officer di BetterUp, Harry bertugas membantu mendorong kesadaran akan kebutuhan untuk meningkatkan kesehatan mental, mengerjakan strategi produk, dan memberi nasihat tentang kolaborasi amal. Harry sebelumnya juga sudah sering bekerja sama erat dengan sejumlah lembaga amal untuk kesehatan mental.

Dia pernah mendirikan Invictus Games, sebuah acara untuk personel angkatan bersenjata yang terluka atau sakit untuk memanfaatkan olahraga sebagai bagian dari rehabilitasi psikologis dan fisik mereka, serta meluncurkan Sentebale, sebuah badan amal yang mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan kaum muda yang terkena HIV di Lesotho dan Botswana.

"Saya sangat yakin bahwa berfokus dan memprioritaskan kebugaran mental kita membuka potensi dan peluang yang tidak pernah kita sadari ada di dalam diri kita. Seperti yang dikatakan Royal Marine Commandos, ini adalah kondisi pikiran. Kita semua memilikinya dalam diri kita," kata Harry.

"Apa yang saya pelajari dalam hidup saya adalah kekuatan mengubah rasa sakit menjadi tujuan. Selama dekade saya di militer, saya belajar bahwa kita tidak hanya perlu membangun ketahanan fisik, tetapi juga ketahanan mental. Dan di tahun-tahun berikutnya, pemahaman saya tentang apa arti ketahanan dan bagaimana kita dapat membangunnya - telah dibentuk oleh ribuan orang dan pakar yang beruntung dapat saya temui," sambungnya.

Selain terjun di dunia startup, Harry dan istrinya Meghan Markle juga menjadi konten kreator dengan menandatangani kesepakatan bernilai jutaan dolar untuk mengisi konten Spotify dan Netflix.



Simak Video "Bagaimana Harry Bisa Hadiri Pemakaman Pangeran Philip?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)