Butuh Sosok yang Mampu Mengimbangi Hoaks COVID

Butuh Sosok yang Mampu Mengimbangi Hoaks COVID

Panji Saputro - detikInet
Rabu, 17 Mar 2021 22:15 WIB
Peluncuran Kegiatan Edukasi Literasi Digital di Masa Pandemi
Butuh Sosok yang Mampu Mengimbangi Terkait Hoaks COVID (Foto: youtube : internetsehat)
Jakarta -

Harus ada yang menyampaikan informasi benar untuk menyeimbangkan hoax COVID-19. Tidak perlu bahasa yang rumit, sederhana saja dan mudah dimengerti.

Dokter/Relawan COVID-19, dr M Fajri Adda'I mengungkapkan kesedihannya terkait hoaks COVID-19 yang sangat kuat tersebar di media sosial. Menurutnya mungkin ada akun-akun tertentu yang followers tidak banyak namun memiliki pengaruh besar.

"Saya berpikir bahwa ini sebuah momentum, harus ada yang menarasikan sesuatu untuk mengimbangi. Sehingga orang akan berpikir sendiri secara nalar kritis, itu yang berusaha saya sampaikan," ujar Fajri dalam webinar Literasi Digital di Masa Pandemi yang diadakan ICT Watch, WhatsApp dan Kominfo, Rabu (17/3/2021).

Dampak dari hoax ini sungguh luar biasa. Ia menyampaikan, berdasarkan survey, 17 persen orang masih tidak percaya dengan kehadiran Corona yang telah menelan banyak korban jiwa.

"Lebih mirisnya, saya pikir mungkin ini karena tingkat pendidikan atau ekonomi yang rendah. Tidak juga, memang ekonomi yang rendah menyumbang 30 persen, tetapi ada pula pendidikan S3 masih tetap percaya dengan isu Corona adalah konspirasi," kata Fajari.

Hal ini yang memotivasi Fajri untuk menarasikan agar menyeimbangkan informasi yang tersebar. Ada beberapa poin yang berusaha dirinya jalankan sehari-hari untuk menanggapi hoax COVID.

"Jadi bagaimana respon kita terhadap isu, ini yang penting. Bagaimana kita bisa memilih isu, dan yang mana memiliki dampak besar, lalu mana yang nanti banyak memakan korban," kata Fajri.

Menurutnya, tidak perlu menggunakan bahasa yang rumit, pilih saja bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.

"Saran saya, ketika menyampaikan sesuatu, pilih media yang mudah dan dapat digapai oleh banyak orang. Lalu gunakan bahasa sederhana, tidak pelu rumit. Karena kita berbicara untuk masyarakat umum, dan setiap orang memiliki daya tangkap dan komunikasi yang berbeda-beda," kata Fajri.

Dalam hal ini, dia membagi orang-orang menjadi 4 tipe berdasarkan taatnya orang tersebut pada protokol kesehatan dan kemampuan dia dalam menggali informasi.

"Pertama ada orang yang dia paham banget dan nurut. Kedua, ada yang orang tidak terlalu paham dan hanya ikut-ikutan saja. Ketiga, dia tau dan tidak mau menjalankan. Terakhir paling menyesatkan, dia udah gak mau tau, malah menyebarkan berita yang salah," ujar Fajri.

Orang tipe terakhir menurutnya merupakan golongan paling menyeramkan. Karena golongan ini mungkin mencari keuntungan entah followers atau sensasi dan banyak menimbulkan dampak negatif.



Simak Video "Strategi Kominfo Perangi Hoaks Vaksinasi yang Merajalela"
[Gambas:Video 20detik]
(hps/fay)