Rusia Dituding Sebar Hoax Soal Vaksin Corona

Rusia Dituding Sebar Hoax Soal Vaksin Corona

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 08 Mar 2021 17:33 WIB
Vaksin Sputnik V Buatan Rusia Punya Keampuhan Lebih dari 90 Persen
Vaksin Sputnik V asal Rusia. Foto: DW (News)
Jakarta -

Empat media online yang diduga terkait dengan badan intelijen Rusia, menyebarkan misinformasi atau hoax terkait vaksin Corona.

Informasi ini didapat dari sumber di divisi Global Engagement Center Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Senin (8/3/2021).

Keempat situs tersebut adalah New Eastern Outlook, Oriental Review, News Front, dan Rebel Inside. Semuanya itu menyebarkan hoax terkait efek samping dari vaksin Pfizer dan juga bermacam vaksin lain asal Negara barat.

Hoax yang disebar itu bermacam, dari masalah stok sampai apakah vaksin tersebut benar-benar efektif ataupun proses pemberian izinnya yang terburu-buru.

Situs-situs tersebut memang tak banyak dibaca orang, namun informasi dari situs tersebut seringkali diambil dan disirkulasikan ulang oleh bermacam media internasional.

"Badan intelijen Rusia dianggap ada di balik empat platform yang menyebarkan kebohongan dan propaganda ini," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri AS.

Tak cuma menyebar hoax soal vaksin Corona buatan Negara Barat, Rusia pun lewat situs media dan akun Twitternya gencar mempromosikan vaksin Sputnik V buatan mereka.

Tudingan di atas dibantah oleh juru bicara Pemerintahan Rusia.

Pada November lalu Rusia mengumumkan kalau vaksin Sputnik V punya tingkat efikasi 90%. Namun pernyataan ini dikritisi karena uji klinis yang dilakukan terhadap vaksin tersebut dinilai terlalu sedikit.

Kemudian sebuah jurnal medis asal Inggris bernama The Lancet melaporkan kalau Sputnik V sudah diuji secara besar-besaran, yang kemudian membuktikan kalau vaksin tersebut aman dan punya tingkat efikasi 91%.

Per 4 Februari lalu, baru 4 juta orang di Rusia yang menerima vaksin Corona, atau hanya 3% dari total populasi mereka.



Simak Video "Vladimir Putin Teken Aturan Bisa Kembali Jadi Presiden 2 Periode"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)