Teknologi Akan Selamatkan Warisan Budaya Lokal

Teknologi Akan Selamatkan Warisan Budaya Lokal

Agus Tri Haryanto - detikInet
Selasa, 02 Mar 2021 16:30 WIB
Woman using smartphone. The concept of using the phone is essential in everyday life.
Foto: iStock
Jakarta -

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, internet dan teknologi digital dapat menjadi jembatan untuk melestarikan budaya nenek moyang.

Upaya untuk melestarikan budaya lokal terus dilakukan, seperti menjaga eksistensi aksara daerah di tengah gempuran pengguna aksara latin oleh masyarakat. Salah satunya terus dipertahankan adalah keberadaan aksara Sunda.

Dalam kesempatan lain, Dirjen APTIKA, Semmuel A Pangerapan menyampaikan bahwa Internet dan teknologi digital saat ini telah menjadi jembatan bagi masyarakat untuk menyaksikan keberagaman budaya yang dibawa oleh masing-masing wilayahnya.

"Upaya digitalisasi aksara nusantara dalam hal ini aksara Sunda merupakan bentuk ikhtiar kita untuk terus menjaga keberagaman budaya nusantara di ruang digital, sebagai warisan bagi anak cucu kita nanti yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari," ucap Semuel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji untuk terus mendukung program pelestarian Budaya, Bahasa dan Aksara Sunda ke depannya.

"Sebagai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kami terus mendukung program program penguatan kebudayaan program program pelestarian kebudayaan sunda khususnya, karena kami melihat upaya upaya ini akan meningkatkan pelestarian dari bahasa Sunda," ucap Ridwan Kamil.

Sementara dari sisi Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi), Yudho Giri Sucahyo selaku Ketua Pandi mengatakan bahwa pentingnya pelestarian budaya aksara Sunda.

Bertepatan dengan momentum perayaan hari bahasa ibu internasional beberapa waktu lalu, bisa memberikan sinyal pada dunia bahwa budaya dan aksara daerah di Indonesia memang ada dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita disindir oleh ICANN, pengelola internet dunia bahwa aksara daerah kita hanya muncul di dekorasi hanya muncul untuk kepentingan sejarah dan pendidikan, dan belum digunakan secara umum untuk komunikasi. Mari kita jadikan sindiran dari ICANN tersebut sebagai semangat kita sebagai momentum untuk menggerakkan digitalisasi aksara nusantara," pungkas Yudho.



Simak Video "4 Lokasi Awal yang Bisa Nikmati Layanan 5G Indosat"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)