Twitter Akan Hapus Akun yang Sebarkan Misinformasi Vaksin COVID-19

Setahun Corona

Twitter Akan Hapus Akun yang Sebarkan Misinformasi Vaksin COVID-19

Virgina Maulita Putri - detikInet
Selasa, 02 Mar 2021 12:54 WIB
ilustrasi twitter
Twitter Akan Hapus Akun yang Sebarkan Misinformasi Vaksin COVID-19 Foto: 9to5mac
Jakarta -

Sudah 1 tahun COVID-19 ada di Indonesia, namun hoax masih merajalela di Tanah Air dan dunia. Twitter akan menandai cuitan yang ketahuan membagikan misinformasi seputar vaksin COVID-19. Mereka juga akan lebih tegas menindak akun yang menyebarkan misinformasi, salah satunya dengan memblokir akun secara permanen.

Cuitan yang melanggar aturan Twitter tentang misinformasi akan diberikan label di bagian bawahnya, mirip seperti label yang diterapkan Twitter sejak awal pandemi. Label ini akan berisi tautan yang mengarahkan pengguna ke penjelasan dari sumber resmi atau aturan Twitter.

Twitter mengatakan aturan baru ini awalnya akan dijalankan oleh moderator manusia dan bukan sistem otomatis. Hal ini dilakukan untuk melatih sistem kecerdasan buatan miliknya agar nantinya kombinasi manusia dan AI bisa memantau misinformasi vaksin di Twitter.

Saat ini, kebijakan label baru ini hanya akan diberikan ke cuitan dalam bahasa Inggris, seperti dikutip dari The Verge, Selasa (2/3/2021).

Label baru Twitter untuk cuitan yang berisi misinformasi vaksin COVID-19Label baru Twitter untuk cuitan yang berisi misinformasi vaksin COVID-19 Foto: Twitter

Twitter memiliki kriteria khusus untuk menandai cuitan yang dianggap melanggar aturannya tentang misinformasi COVID-19, tapi secara umum mereka menargetkan lima kategori informasi menyesatkan yaitu:

  • Misinformasi tentang sifat virus
  • Misinformasi tentang efikasi pengobatan dan tindakan pencegahan
  • Misinformasi tentang regulasi, pembatasan, dan pengecualian terkait dengan nasihat kesehatan
  • Misinformasi tentang prevalensi virus dan risiko infeksi atau kematian
  • Afiliasi menyesatkan (misalnya, mengaku sebagai dokter atau pejabat kesehatan masyarakat)

Label baru ini juga akan mempengaruhi sistem hukuman baru dari Twitter. Cuitan yang ditandai melanggar aturan terhitung sebagai peringatan pertama.

Jika cuitan tersebut dianggap berbahaya dan berhubungan dengan teori konspirasi tentang COVID-19, Twitter mungkin akan menghapus cuitan tersebut dan penghapusan itu terhitung sebagai peringatan kedua.

Jika pengguna terus melanggar aturan Twitter, level teguran yang diberikan akan meningkat dan memicu tindakan lain termasuk penghapusan akun secara permanen. Berikut sistem teguran baru dari Twitter untuk pengguna yang membagikan informasi menyesatkan:

  • Peringatan pertama: tidak ada tindakan
  • Peringatan kedua: akun dikunci 12 jam
  • Peringatan ketiga: akun dikunci 12 jam
  • Peringatan keempat: akun dikunci tujuh hari
  • Peringatan kelima dan seterusnya: akun ditangguhkan secara permanen


Simak Video "Penyebab Twitter Blokir Akun yang Nge-tweet Kata 'Memphis'"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)