Mantan Bos Google Cemaskan Kemajuan Teknologi China

Mantan Bos Google Cemaskan Kemajuan Teknologi China

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 26 Feb 2021 12:31 WIB
FORT LAUDERDALE, FL - MARCH 07:  Lt. Mike Baute from Floridas Child Predator CyberCrime Unit talks with people on instant messenger during the unveiling of a new CyberCrimes office March 7, 2008 in Fort Lauderdale, Florida. One of the people on the other side of the chat told Lt. Baute, who is saying he is a 14-year-old girl, that he is a 31-year-old male and sent him a photograph of himself. According to current statistics, more than 77 million children regularly use the Internet. The Federal Internet Crimes Against Children Task Force says Florida ranks fourth in the nation in volume of child pornography. Nationally, one in seven children between the ages of 10 and 17 have been solicited online by a sexual predator.  (Photo by Joe Raedle/Getty Images)
Ilustrasi. Foto: Gettyimages
Washington -

Pemerintah China yang didukung berbagai perusahaan swasta semakin giat mengembangkan teknologi maju di berbagai bidang sehingga Amerika Serikat tidak boleh lengah jika tidak ingin tersalip di masa depan. Demikian dikatakan oleh mantan CEO Google, Eric Schmidt.

Salah satu bidang teknologi yang makin dikuasai China adalah artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurut Eric dalam hearing dengan anggota senat bidang keamanan, AS saat ini hanya satu atau dua tahun di depan China, tidak lagi 5 atau 10 tahun.

Malah dalam beberapa bidang seperti teknologi pengenalan wajah, China sudah berada di posisi depan. "Karena adanya pembauran teknologi, Anda bisa memperkirakan bahwa apapun yang ditemukan di open source AI akan segera diadopsi oleh China," katanya.

"Ancamannya adalah sangat sangat nyata," tambah Eric yang saat ini chairman National Security Commission on Artificial Intelligence.

Seperti dikutip detikINET dari South China Morning Post, Kamis (25/2/2021), Chuck Schumer selaku pemimpin senat Partai Demokrat langsung menyatakan telah meminta para penyusun undang-undang untuk memperkuat sektor teknologi AS dan menangkal praktik tidak fair oleh China.

Telah ada proposal untuk mengucurkan dana senilai USD 100 miliar dalam rangka meningkatkan riset dan pengembangan di area teknologi kunci seperti AI, komputasi kuantum sampai semikonduktor.

Eric menambahkan bahwa aturan privasi yang lemah dan populasi besar merupakan keuntungan bagi China dalam mengembangkan teknologinya. Maka pemerintah harus makin mendukung sektor swasta Amerika agar tetap bertahan dari gempuran China.

"Pemerintah AS harus membantu dengan beberapa bentuk pendanaan dan kita perlu membiarkan sektor swasta membangun hal-hal itu dan menjadikannya sukses," tambah Eric.

Simak juga video 'Pengaruh Tren Pencarian Google Terhadap Bisnis Digital':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/afr)