Shopee Ramal Ekosistem e-Commerce di 2021, Seperti Apa?

Shopee Ramal Ekosistem e-Commerce di 2021, Seperti Apa?

Angga Laraspati - detikInet
Selasa, 09 Feb 2021 14:43 WIB
kantor shopee
Foto: Moch Prima Fauzi/detikINET
Jakarta -

Pasar e-Commerce menjadi sebuah tren yang tengah berlangsung di masa pandemi dan akan terus berlanjut di kondisi normal baru. Shopee pun menguraikan 3 prediksi ekosistem e-Commerce di 2021 yang terdiri dari pembayaran, logistik, hingga penjualan.

Direktur Shopee Handhika Jahja mengatakan tahun 2020 adalah tahun yang transformatif untuk pelaku e-Commerce. Sebab konsumen diharuskan mengikuti regulasi social distancing dan beraktivitas di rumah, sehingga mereka beralih ke platform online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mencari hiburan dan interaksi.

Inilah yang menyebabkan belanja online berkembang dari sekadar pengalaman transaksional menjadi pengalaman yang lebih sosial, sehingga platform e-commerce mengintegrasikan lebih banyak elemen interaktif, seperti game dan live streaming untuk mengajak pengguna berpartisipasi.

"Dengan kemajuan teknologi, peningkatan penetrasi internet, serta pertumbuhan pesat populasi anak muda yang melek teknologi, kami berharap e-commerce memainkan peran penting dalam memfasilitasi pemenuhan kebutuhan, bersosialisasi, dan berbisnis," ujar Handhika dalam keterangan tertulis, Selasa (9/2/2021).

Shopee pun membagikan prediksinya pada 3 bagian ekosistem e-commerce Indonesia di 2021, di antaranya:

Penetrasi Pembayaran Digital Meningkat

Pembayaran digital adalah metode transaksi terfavorit untuk e-commerce. Dengan semakin terbiasanya masyarakat dengan e-commerce, akan mulai mendorong pergerakan pembayaran tunai ke nontunai.

Shopee juga menawarkan berbagai pilihan pembayaran digital, salah satunya ShopeePay. Shopee mencatat ada peningkatan sebesar 4 kali lipat dalam jumlah total transaksi yang menggunakan ShopeePay di seluruh negara tempat Shopee beroperasi.

Menariknya peningkatan terbesar yang tercatat berasal dari pengguna yang berusia di atas usia 50 tahun, yang notabene lebih sulit untuk beradaptasi dengan pembayaran digital. Selain itu, ini juga sejalan dengan imbauan pemerintah untuk melakukan transaksi secara nontunai.

Di sisi lain dengan adanya pembatasan pergerakan dan upaya social distancing yang berkelanjutan, konsumen dan bisnis semakin merangkul pembayaran digital untuk kenyamanan dan keamanan yang lebih baik. Selain penggunaan ShopeePay dalam aplikasi, jumlah pedagang offline yang menggunakan ShopeePay juga meningkat 9 kali lipat di tahun 2020, termasuk mitra seperti Alfamart, McDonald's dan Chatime.

Logistik Menjadi Bagian Terdepan

Logistik akan menjadi semakin penting karena konsumen bakal lebih banyak mengandalkan platform e-commerce dan memiliki harapan besar untuk pengiriman yang lebih efisien. Peningkatan permintaan sangat signifikan terlihat pada kategori kebutuhan sehari-hari dan rumah tangga.

Di Indonesia, Shopee melihat peningkatan lebih dari 4,5 kali lipat untuk pengiriman produk makanan dan kesehatan dari gudang Shopee. Karenanya pemanfaatan teknologi secara efektif perlu dilakukan agar paket terkirim tepat waktu dan hemat biaya.

Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan jaringan platform e-commerce yang luas dan terintegrasi. Misalnya dengan mempersiapkan seluruh proses mulai dari penelusuran hingga pengiriman, termasuk penguatan jaringan logistik dan kapabilitas gudang secara berkelanjutan.

Di sepanjang tahun 2020, Shopee Express memperluas cakupan geografisnya untuk menjangkau lebih banyak pengguna, termasuk pengguna di pelosok daerah. Shopee juga melihat lebih banyak brand yang memanfaatkan infrastruktur logistiknya secara efisien dengan peningkatan 3 kali lipat dalam produk dari mitra brand yang dikirim dari gudang pada tahun 2020.

Implementasi Strategi Ritel yang Inovatif

Pandemi mendorong bisnis dari brand premium hingga pengusaha mikro, untuk segera menerapkan strategi digital agar dapat terus menjangkau pelanggan di tengah kondisi saat ini. Untuk itu ketika berjualan online, inovasi strategi ritel dapat membantu mereka mengajak pelanggan berpartisipasi dan mengembangkan online presence.

Saat ini, ada lebih dari 20.000 brand global dan lokal terkemuka di Shopee Mall yang menawarkan pengguna berbagai pilihan produk resmi dari barang sehari-hari hingga produk premium. Shopee juga bekerja sama dengan brand-brand ini untuk terus mendorong batasan dan menciptakan pengalaman belanja yang baru, menarik, dan unik.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi Shopee dengan POND's yang mengintegrasikan solusi teknologi kecantikan bertenaga AI, Skin Advisor Live, ke dalam pengalaman belanja online. Fitur ini membantu pembeli menikmati analisis perawatan kulit pribadi gratis secara online dan membuat keputusan pembelian yang lebih tepat.

"Di Shopee, kami berkomitmen untuk meningkatkan kehidupan setiap orang di negara tempat kami beroperasi dengan menggunakan teknologi terbaik. Saya sangat yakin bahwa negara kami memiliki potensi dalam menciptakan jalur baru ke depannya untuk menghubungkan bisnis dan konsumen dengan lebih baik," tutur Handhika.

"Kami akan terus berinovasi untuk tetap menjadi yang terdepan dengan mengikuti tren yang berkembang, dan mendorong pertumbuhan e-commerce di tahun 2021 dan seterusnya," pungkasnya.



Simak Video "Pengalaman Anya Geraldine Pakai Uang Elektronik di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/fay)